by

Mahasiswa Nilai Pemotongan UKT Tidak Transparan

Ambon, BKA- Sejumlah mahasiswa menilai kebijakan kampus Universitas Pattimura (Unpatti) tidak transparan, terkait pemotongan Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dilakukan.

Salah satu sumber mahasiswa mengungkapkan, keputusan Rektor Unpatti Nomor 1428 /UN13/SK/2020, yang mengatur tentang persyaratan pengajuan penurunan UKT serta ketentuan umum, hanya mencantumkan besaran potongan biaya UKT bagi mahasiswa semester akhir. Tidak untuk semester III, V dan VII, secara rinci.

Akibatnya, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat melakukan demonstrasi didepan gedung rektorat Unpatti, untuk meminta kejelasan. Namun tetap saja, para pimpinan kampus masih tetap mempertahankan keputusan rektor tersebut.

“Kita kan perlu tahu, kenapa mahasiswa semester akhir langsung diatur potongan UKT-nya 50 persen. Kita yang semester III, V dan VII, tidak diatur. Dengan penjelasan, katanya nanti disesuaikan dengan kondisi keluarga. Maksudnya apa bedanya kita semester yang di bawah ini dengan yang sudah mau wisudah, sehingga membeda-bedakan potongan UKT Itu. Kalau tidak mau membantu, sampaikan saja supaya kita cari jalan keluar sendiri. Dari pada bantu, tapi tidak ada transparansi,” ungkap mahasiswa yang tidak mau namanya dikorankan, Jumat (7/8).

Akibat tidak adanya transparansi tersebut, lanjutnya, mahasiswa kesulitan dalam proses pengurusan pengajuan pemotongan biaya UKT di tingkat fakultas.

Dia mengungkapkan, awalnya, semua berkas mahasiswa itu dimasukan dibagian kemahasiswan. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba mahasiswa yang semester akhir diperintahkan untuk segera mengambil berkasnya kembali, untuk diserahkan ke bagian akademik faskultas.

“Jadi karena tidak transparan, mengakibatkan mahasiswa dipersulit dalam pengurusannya. Tidak tahu ada apa dibalik itu semua. Seharusnya potongan UKT ini kita dibantu. Tapi kita malah dikorbankan, karena biaya pengurusan lebih besar dari pada potongan biaya UKT,” bebernya.

Terpisah, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Daniel Nanuru, ketika dikonfirmasi, mengaku, bahwa dalam keputusan rektor, hanya mengatur yang semester akhir akan dapatkan potongan UKT 50 persen. Sedangkan untuk semester bawah, tidak diatur berapa potongannya, karena akan dilakukan penyesuaian ditingkat fakultas sesuai kondisi keluarga.

“Itu sesuai ketentuan umum dalam keputusan Rektor Unpatti. Jadi saya kira cukup jelas untuk mahasiswa. Bahwa mahasiswa yang tersisa 6 SKS, yang akan dapat potongan 50 persen. Yang semester III, V dan VII, akan disesuaikan dengan kondisi keluarga. Dan itu nanti akan diputuskan oleh tim fakultas masing-masing, untuk selanjutnya diserahkan ke pihak rektorat guna melakukan verfikasi lagi. Jadi, tidak diatur bukan berarti tidak transparan. Semua itu sudah jelas diatur dengan baik. Hanya mungkin ditingkat fakultas inginkan data akurat, jadi teknisnya diperketat. Tapi nanti dicek lagi. Intinya, semua itu sudah diatur dengan jelas dalam keputusan rektor,” pungkasnya.(LAM)

Comment