by

Mantan Sekda Buru Segera Naik Sidang

Ambon, BKA- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaff, dan Mantan bendahara Sekda Buru, La Joni, yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi uang makan minum Sekda Kabupaten Buru dalam waktu dekat akan naik meja sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette mengatakan, berkas perkara kedua tersangka dalam waktu dekat akan di limpahkan ke Pengadilan untuk di sidangkan.

“Dalam waktu dekat, JPU sudah serahkan berkas kedua tersangka ke Pengadilan untuk sidang,” kata Sapulette singkat, Kamis kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, mulai penyusun berkas dakwaan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Ahmad Assagaff, dan Mantan bendahara Setda Buru, La Joni.

Berkas dakwaan kedua tersangka disusun untuk kepentingan persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon nanti.
“Biasanya kalau di terima berkas tahap II dari penyidik, tim JPU yang menangani kasus tersebut akan menyusun dakwaan kedua tersangka,” ujar Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, Minggu (2/8).

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku resmi melimpahkan berkas dan tersangka dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, Maluku, Ahmad Assagaff, dan Mantan bendahara Setda Buru, La Joni ke Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku setelah dinyatakan lengkap atau tahap II.

Hal ini disampaikan langsung, Direktur Kriminal Khusus ( Dirkrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso, Rabu (29/7).

Menurut Santoso, Barang bukti yang diserahkan, berupa uang tunai Rp. 2.216.300.000.- dengan proses Pengambilan dari tempat Penitipan di Bank Indonesia dan di serahkan kepada Jaksa Penuntut Umum melalui Rekening Penampungan Kejati Maluku di Bank Mandiri dan Penyerahan Dokumen Keuangan berlangsung di Kejati Maluku.

“Sementara untuk tersangka sendiri, dilaksanakan Proses Penyerahan tersangka di Kejari Namlea yang diterima Jaksa Achmad Attamimi, selaku kasi Penuntutan Kajati Maluku dilakukan Penahanan terhadap tersangka Ahmad Assagaf dan La Joni Ali,” Ungkap Kombes Pol Eko Santoso.

Dia menjelaskan, dalam kasus ini, penetapan Ahmad Assagaff dan La Joni sebagai tersangka dilakukan penyidik, usai acara gelar perkara yang dihadiri oleh pengawas internal (Irwasda) dan Propam.

“Hasilnya memang telah terjadi tindak pidana korupsi, dan berdasarkan alat bukti maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua pejabat tersebut terancam dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-undang RI ayat 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(SAD).

Comment