by

Masyarakat Disarankan Bawa Amplop

Ambon, BKA- Masyarakat Kota Ambon terkhusus bagi yang hendak beraktivitas di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa amplop. Amplop tersebut digunakan untuk menyimpan masker, ketika hendak melepaskan untuk makan atau aktivitas lainnya di dalam ruangan.

Hal tersebut dianggap perlu, ketimbang kebiasaan masyarakat yang selalu menurunkan masker sampai ke bawah dagu saat beraktivitas di luar rumah.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, amplop yang dibawa bukanlah amplop biasa, melainkan amplop yang dapat menyimpan masker untuk kemudian dipakai lagi saat beraktivitas di luar ruangan.

“Kalau sudah bosan dengan pakai masker jangan tarik di bawa dagu, tetapi di lepas. Yang ideal itu, kemana-mana bawa amplop supaya kita makan bisa simpan masker di dalam amplop tersebut,” saran Louhenapessy, kepada wartawan usai menghadiri salah satu kegiatan di desa Passo, Senin (27/7).

Ia menilai, penyebaran covid-19 di Kota Ambon saat ini semakin menurun. Akan tetapi, masyarakat tidak boleh lengah dan melupakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Sebab, Ambon sendiri merupakan ibukota provinsi dan merupakan kotra transir.

Baik menuju kabupaten/kota di Maluku maupun daerah lainnya. Sehingga ketika masyarakat lengah dengan kondisi yang ada, penyebaran Covid-19 kemungkinan akan kembali terjadi.

“Kita bersyukur di Ambon ini covid-19 makin hari semakin menurun. Dan saya percaya, covid ini akan hilang. Tetapi kita tidak boleh lengah, karena kota Ambon merupakan kota transit. Dari Makassar datang, dari Papua, Jawa sehingga ketika lengah kondisi itu bisa datang lagi,” tuturnya.

Menurut WHO, lanjut Louhenapessy, Covid-19 sudah beterbangan di udara, sehingga penggunaan masker sendiri harus menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dari virus yang beterbangan. Karena bisa saja terhirup oleh masyarakat ketika tidak menggunakan masker.

“Karena virus ini kita tidak dilihat dengan mata. Apalagi menurut WHO virus ini sudah beterbangan di udara. Jadi harus betul-betul dan hati-hati dengan itu. Sering-sering cuci tangan dan jaga jarak,” pesannya.

Kemungkinan besar, tambah dia, kota Ambon harus menggunakan protokol kesehatan sebagai gaya hidup. Karena belum dapat diketahui, kapan wabah ini akan berakhir.

“Kedepan mungkin ini sudah menjadi gaya hidup kita, kita sesuaian terus, saya berharap terus pake masker,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, masyarakat di Jakarta setiap harinya, ada sekitar 472 orang yang terpapar virus Corona. Karena mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah. Untuk itu, masyarakat di Kota Ambon harus lebih waspada dan tetap menggunakan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan juga membawa amplop saat masker tersebut akan dilepas.

Karena menurut dia, masker yang diletakan di bawah dagu itu, kembali dipegang tanpa mencuci tangan. Yakni tidak dapat menjaga virus yang selalu berpindah-pindah dari tangan ke masker. Sehingga amplop yang disediakan sebagai wadah untuk menyimpan masker, dirasa sangat bermanfaat. (DHT).

Comment