by

Masyarakat Perlu Seriusi PSBB

Ambon, BKA- Anggota DPRD Kota Ambon Yusuf Wally, meminta tim gabungan di lapangan agar tidak henti mensosialisasikan protokoler kesehatan dalam menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga resiko terpapar virus corona, dapat ditekan di Kota Ambon.

Anggota Komisi II ini menilai, jika tim telah melakukan sosialisasi secara maksimal, maka masyarakat juga harus serius menyikapi aturan selama penerapan PSBB. Sebab, dua hari pelaksanaan PSBB masih berupa persuasif hingga sosialisasi. Dan hari ini akan diperketat dengan memberlakukan sanksi tegas bagi yang melanggar.

“Jika tim gabungan telah melakukan sosialisasi pada dua hari pertama PSBB, maka selanjutnya perlu kesadaran masyarakat dalam menaati PSBB di Kota Ambon.Inti dari PSBB adalah mengurangi pergerakan orang keluar rumah. Warga hanya keluar rumah jika sifatnya penting dan mendesak, serta wajib menjalankan protokol kesehatan,” tandas Wally, kepada koran ini, Selasa (23/6).

Menurutnya, selama penerapan PSBB, Pemerintah Kota lewat tim Gugus Tugas dapat mengevaluasi epidemiologi penyebaran wabah covid 19 di Kota Ambon. Yakni perlu melakukan kajian dan menyampaikan kepada publik. Agar semua masyarakat lebih paham terkait perkembangan penyebaran setelah PSBB dijalankan.

“Harapan saya, semua masyarakat fokus dan mentaati protokoler kesehatan. Sehingga dapat menekan angka penderita dan penyebaran virus,” harapnya.

Dijelaskan, seluruh lapisan masyarakat dapat menjalani penerapan PSBB di kota Ambon, agar lebih cepat menekan penyebaran virus. Dimana berdasarkan Perwali nomor 18 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Kota Ambon, meliputi 6 hal penting.

Yakni pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan atau institusi pendidikan lainnya, aktifitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan dirumah ibadah, kegiatan ditempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, dan pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Wally menilai, selama penerapan PSBB butuh keseriusan pemerintah agar pelaksanaan tidak menjadi sia-sia. Yakni perlu dilakukan evaluasi apakah ada penurunan aktivitas masyarakat pada tempat umum atau tidak serta himbauan dan penerapan pada tempat-tempat ibadah.

Aleg PKS ini berharap, penerapan PSBB di Kota Ambon dapat menurunkan angka penderita dan penyebaran virus. Walaupun dalam pengamatan masih tercatat naik turun, namun secara optimis dapat menurun setelah 14 hari penerapan PSBB.

“Pemerintah kota Ambon perlu terus melakukan sosialisasi pada masyarakat, untuk anjuran protokol kesehatan. Masyarakat yang nongkrong di warung dan kafe perlu memakai masker dan selalu menerapkan physical distancing. Serta antrian pada pembagian BLT para beberapa bank perlu juga di buat,” sarannya.

Saat PSBB dijalankan, lanjut Aleg dua periode ini, penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di berbagai sektor. Semua OPD perlu melakukan pada masing-masing sektor sesuai kewenangannya.

Walikota Ambon, juga perlu menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD dan staf agar dapat turun langsung meninjau kondisi lapangan saat PSBB dijalankan.

“Bagi pemerintah kita harap tidak menutup mata terkait data penerima bantuan bagi masyarakat yang belum peroleh bantuan. Serta ada masyarakat yang dobel terima bantuan. Sehingga saat menjalani PSBB, tidak ada masyarakat yang menderita karena kekurangan pangan,” harapnya. (UPE)

Comment