by

Mayat Mengapung di Pantai Salobar

Ambon, BKA- Sesosok mayat ditemukan mengapung dipinggir pantai Tapal Kuda Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, tepatnya di belakang Baileo Emas Putih, depan perumahan Pangdam XVI/ Pattimura, Senin (1/6), sekira pukul 16.30 WIT.

Mayat yang diketahui bernama George Sipahelut, warga Benteng yang bermukim di Jembatan Batu, RT 002/05, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini ditemukan dua anak-anak saat asyik bermain layang-layang di pinggir pantai, yakni, Tosye Nanlohi (14), dan Dafid Mabait (10).

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Muhammad Titan Firmansyah, dalam rilisnya menjelaskan, mayat pria yang berumur 56 Tahun tersebut ditemukan pada hari Senin (1/6), sekira pukul 16.30 WIT.

Awalnya kedua saksi Tosye Namlohi dan Dafid Mabait sedang bermain layang-layang di pengeringan pinggir Pantai Tapal Kuda. Saksi tiba-tiba terkejut melihat ada orang yang menyelam, namun kondisinya sudah terlihat kaku mengapung di air laut.

Selanjutnya, kedua saksi memberitahukan hal tersebut kepada salah satu anggota TNI, Wahono, untuk mengambil mayat tersebut dibawa ke pinggir pantai.

Pada saat dievakuasi ke pinggir pantai, para saksi baru mengetahui kalau mayat tersebut adalah korban George Sipahelut.

“Para saksi pun melihat korban mengenakan celana pendek berwarna abu abu dan kaos oblong berwarna putih bercorak, dan dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Titan.

Selanjutnya, pukul 16.36 WIT, anggota Pos Benteng, Ka SPK Polresta Ambon bersamaan dengan piket identifikasi, tiba di TKP mengevakuasi korban menuju RS Bhayangkara di Tantui.

“Saat dilakukan identifikasi lanjut dan berdasarkan pengakuan dari keluarga korban, kalau korban memiliki riwayat penyakit strok yang diderita sudah menjelang tiga tahun, dan dipastikan korban meninggal saat mandi kemudian tiba-tiba terserang penyakit yang dideritanya itu,” jelasnya.

Juru bicara Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease ini menambahkan, karena korban sudah mengalami riwayat penyakit, sehingga keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi mayat. Keluarganya sudah merelakan kematian korban dengan iklas.

“Keluarga korban menganggap suatu musibah, jadi menolak di autopsi lalu dibawa kembali ke rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman jenazah,” tandasnya. (SAD)

Comment