by

MBD Berlakukan PJJ Secara Luring

Ambon, BKA- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Ferdinand Lewier, memastikan, pada tahun ajaran 2020/2021 mendatang, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali dilaksanakan dengan cara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Di Kabupaten MBD, PJJ dilaksanakan menggunakan metode pembelajaran Luar Jaringan (Luring), seperti yang dilakukan pada kahir tahun ajaran 2019/2020 lalu.

PJJ di kabupaten bertajuk Kalwedo itu belum bisa dilaksanakan secara Dalam Jaringan (Daring) atau online, karena hampir semua sekolah masih terkendala dengan jaringan internet.

“Kalau bicara Daring dengan Luring, kita sedikit terkendala dengan Daring. Karena tidak semua sekolah ada internet. Jadi, pasti yang kita lakukan adalah Luring. Artinya, PJJ di tahun ajaran baru nanti, akan berjalan dari rumah, sesuai edaran menteri,” ungkap Lewier, Senin (28/6).

Meskipun PJJ secara Luring sudah pernah dilakukan, namun tentu saja untuk menghadapi tahun ajaran baru nanti, perlu dilakukan berbagai persiapan oleh pihak sekolah, terutama guru.

Kalau hal itu dilaksanakan tanpa persiapan yang matang, katanya, maka sudah pasti PJJ akan kembali tidak berjalan maksimal, seperti sebelumnya.

Pada akhir tahun ajaran 2019/2020 lalu, PJJ yang dilaksanakan secara Luring dianggap oleh masyarakat dengan peliburan siswa akibat wabah Covid-19. Bukan sebagai suatu proses siswa untuk belajar di rumah.

“Hasil evaluasi PJJ sebelumnya, yang terjadi, bahwa masyarakat masih menilai, kalau PJJ itu libur. Karena itu, pada berbagai kesempatan, saya sudah jelaskan kalau PJJ yang kita lakukan adalah secara Luring. Yang artinya, anak-anak tetap belajar, tapi dirumah saja. Karena kalau tidak kita sampaikan, maka bisa saja anak tidak belajar. Itu yang perlu kita luruskan kepada masyarakat. Karena saya amati, hanya sekolah yang berada di kecamatan, yang memang berjalan baik,” ujar Lewier

Untuk itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten MBD tengah mempersiapkan pola pembelajaran PJJ secara Luring,untuk diterapkan pada tahun ajaran nanti. Sambil menunggu keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Intinya, tahun ajaran barui ini tetap jalan, meski belum ada juknis dari pusat, sehingga belum tahu posisi seperti apa. Apalagi MBD yang sudah dalam zona kuning. Tapi, kita tetap sesuaikan saja. Sebab, model pembelajaran pasti ada juknisnya. Tapi kita belum dapat,” paparnya.

Kalau pun, pada saatnya, keputusan pemerintah berlakukan kegiatan belajar di sekolah, pihaknya akan tetap menyesuaikan dengan aturan yang ada.

“Kita tidak belajar dengan daring, karena kita sadar masih kekurangan jaringan internet. Namun tidak tahu kedepannya seperti apa. Kalau pada tahun ajaran baru, MBD kembali zona hijau, maka tentu belajar secara tatap muka. Namun sesuai juknis, itu dimulai dari SMA/SMK dulu. Jadi kita sesuaikan saja. Intinya, sekolah di MBD tetap berjalan di tahun ajaran baru.” pungkas Lewier. (LAM)

Comment