by

MBD Kekurangan Alat Rapid Test

Ambon, BKA- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten MBD saat ini mengalami kekurangan alat rapid test untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik yang ingin melakukan rapid test untuk keperluan melakukan perjalanan antar pulau maupun bagi pasien rumah sakit.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten MBD, Alfonsius Siamiloy, mengungkapkan, selain kekurangan alat rapid test, pihaknya juga sangat membutuhkan obat-obatan yang harus diberikan kepada para pasein, terutama bagi pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Jadi memang kita sudah kekurangan alat rapid test dan obat Lianhua Qingwen asal China yang kemarin pak Gubernur berikan kepada tim Gugus Pemprov untuk didistribusikan ke semua rumah sakit di Maluku. Saat ini, kita sedang tunggu, karena kita sangat butuhkan obat itu,” ungkap Siamiloy, ketika dikonfirmasi via handphone, Rabu (3/6).

Untuk itu, Sekda MBD itu akan segera berkoordinasi dengan Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Maluku, untuk meminta bantuan alat rapid test dan kebutuhan-kebutuhan lain yang dianggap perlu guna menangkal penularan Covid-19 di MBD.

“Kondisi di MBD dengan ciri-ciri kepulauan saat ini, yang terjadi adalah masyarakat banyak bepergian dari satu pulan ke pulau lain. Dari itulah, selaku tim Gugus Tugas harus melakukan rapid test terhadap mereka. Tapi sekarang, alat rapid test berkurang. Makanya saya sedang koordinasi dengan Gugus Tugas Pemprov Maluku, mudah-mudahan mereka bisa secepatnya membantu kami di MBD,” jelasnya.

Sementara terkait kondisi tiga pasien yang terpapar Covid-19 di MBD, terang Siamiloy, mereka berangsur membaik. Direncanakan, 14 hari kemudian akan dilakukan rapid test ulang untuk mengetahui kondisi mereka, karena ketiganya merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sekali lagi, kita butuh obat itu, karena memang obat itu khusus diberikan kepada pasein OTG. Dan tiga pasien di MBD kan mereka OTG, sehingga obat itu sangat kita butuhkan,” tutupnya. (SAD)

Comment