by

MBD Kirim 2.250 Data Penerima Bantuan

Ambon, BKA- Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) telah mengirim sebanyak 2.250 data jiwa, untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada keluarga terdampak penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Salah satu program yang diluncurkan Kemensos dalam rangka pencegahan Covid-19 ini, yakni program bantuan sosial tunai, seperti yang telah disosialisasikan oleh Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, kepada gubernur, bupati/walikota se-Maluku dan Maluku Utara, melalui video conference pada 16 April lalu.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) MBD, Tein Paliaky, mengatakan, untuk bantuan tersebut, MBD kebagian sebanyak 8.000 bantuan.

Namun mengingat data-data diri harus dimasukan secepatnya. Belum lagi rentang kendali yang begitu sulit, membuat pihaknya hanya mampu mengantongi 2.250 ribu data jiwa, dan telah dikirim ke Dinas provinsi Maluku untuk diproses selanjutnya.

“Jadi kami butuhkan waktu untuk mengumpulkan data itu, karena MBD ini kecamatan ke kecamatan jauh dan pulau-pulaunya banyak. Jadi agak susah untuk mengumpulkan data. Kapal-kapal juga tidak jalan, jadi untuk tahap pertama, kami sudah kirim 2.250 jiwa. Kami sudah berbicara dengan provinsi, kami kirimkan yang ada saja dulu, nanti ada tahapan berikutnya. Kita sudah kirim hari Selasa kemarin ke Dinsos Provinsi Maluku, untuk kirim bersamaan dengan kabupaten lain ke Kementerian,” ujar Paliaky, Kamis (23/4).

Dikatakannya, Bansos tuan tunai ini akan diberikan kepada Kepala Keluarga (KK) Non Program Sembako, KK Non PKH, KK Non Prakerja-Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600.000 ribu setiap bulan, yakni, April, Mei, dan Juni.

“Jadi berkas yang diambil itu nama KK dan Alamat, NIK dan Nomor Telpon. Jadi kalau bantuan sudah ada, nanti di salurkan lewat bank, lalu masing-masing orang terimanya di bank saja. Berbeda dengan penerima bantuan sembako kan langsung diterima ditempat. Aluranya seperti begitu,” tuturnya.

Dia melanjutkan, di Indonesia ada 33 provinsi yang akan mendapatkan bantuan-bantuan dari Kemensos. Dan Provinsi Maluku sendiri dialokasikan sebanyak 70.000 KK.

Itu berarti, kata Paliaky, dalam pendistribusian bantuan nanti, pasti membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, dia berharap, agar daerah-daerah terluar seperti Maluku, khususnya MBD dapat lebih dipercepat.

“Sebab prosesnya, biasanya terlambat sampai berbulan- bulan. Jadi diharapkan, agar dapat dipercepat, karena sampai di provinsi 1 Minggu, sampai di MBD 1 bulannya. Sehingga tolong agar jika sudah ada bantuan itu, langsung dikirim ke masing-masing kebupaten. Jangan sampai habis corona, baru kami dapatkan bantuan itu,” tandas Paliaky.

Karena selain itu juga kan ada SK Mensos terbaru, tanggal 6 April kemarin, untuk 3 bulan kedepannya, Ibu hamil dapat bantuan Rp 250 ribu, anak usia dini Rp 210 ribu, tingkat SD, Rp 75 ribu, tingkat SMP Rp 125 ribu, tingkat SMA dan SMK Rp 166 ribu, disabilitas Rp 200 ribu, dan lansia Rp 200 ribu. “Ini yang memang benar-benar merasakan betul dampak dari corona atau hilang pekerjaan karena penyakit ini,” pungkasnya. (LAM)

Comment