by

Meggy Samson dan Ismail Usemahu Kembali Dicecar Jaksa

Ambon, BKA- Untuk memenuhi petunjuk auditor BPKP Perwakilan Maluku dalam kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tim penyidik pidsus Kejari Malteng, kembali mencecar tersangka Meggy Samson yang merupakan mantan Kabid Pengembangan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku.

Selain pemeriksaan terhadap tersangka Meggy, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi mantan Kadis PU Ismail Usemahu, di ruang pidsus Kejati Maluku, Jumat (5/6).

Pantauan koran ini, pemeriksaan itu dilakukan jaksa penyidik yang diketuai Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, terhadap kedua mantan pejabat di Provinsi Maluku itu dimulai pukul 09.00 WIT.

Terpantau, Ismail Usemahu yang merupakan mantan Kadis PU Maluku lebih dulu dicecar dan keluar dari kantor Kejati Maluku sekitar pukul 12.42 WIT. Sedangkan untuk tersangka Meggy Samson, dia dicecar sampai pukul 17.30 WIT, dengan puluhan pertanyaan.

“Kedua saksi diperiksa dari pagi. Tapi mantan Kadis PU selesai lebih dulu, sementara tersangka Ibu Meggy sampai jam sekarang belum selesai,” ungkap sumber yang menolak namanya dikorankan di kantor Kejati Maluku, Jumat kemarin.

Sumber itu mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua saksi itu merupakan permintaan dari auditor BPKP Perwakilan Maluku, yang akan mengaudit perkara dugaan korupsi tersebut.

“Jadi ini permintaan dari BPKP, dan pemeriksaan terhadap kedua saksi untuk melengkapi berkas perkara lima tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon melalui selulernya sekitar pukul 16.00 WIT, membenarkan hal itu. “Ia saya sedang periksa saksi eks Kadis PU, Ismail Usemahu dan tersangka Ibu Meggy. Dan saat ini pemeriksaan terhadap tersangka Ibu Meggy masih berjalan. Jadi nanti selesai baru bisa saya jelaskan ya,” singkat Asmin.
.
Untuk diketahui, penyidik Kejari Malteng saat melakukan pengusutan kasus tersebut, menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.

Mereka masing-masing, Meggy Samson selaku mantan Kabid Pengembangan Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Maluku, Benny Liando selaku salah satu rekanan, Ahmad Litiloly selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Marcus Tahya selaku Pembantu PPK, dan Jonas Latupeirissa selaku rekanan.

“Kita sedang koordinasi untuk perhitungan audit, beberapa waktu lalu berkasnya sempat terhambat, karena baru saja penyidik menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini sehingga total lima tersangka,” terang Kajari Malteng, Juli Isnur, kepada BeritaKota Ambon melalui sambungan selulernya, Rabu (1/4).

Berkas perkara lima tersangka tersebut sementara dirampungkan oleh penyidik Kejari Malteng, untuk diserahkan kepada BPKP selaku lembaga auditor.

“Jaksa sedang rampungkan berkas perkara ini. Kalau nanti sudah selesai dirampungkan, jaksa pasti serahkan langsung ke BPKP,” tandas Kajari.

Sementara sumber di Kejari Malteng mengungkapkan, berdasarkan hitungan ahli Poltek Negeri Ambon, kerugian negara dalam proyek saluran irigasi di Desa Sariputih, Seram Utara Kobi, sebesar Rp 800 juta lebih.

Namun untuk memperkuat hitungan ahli itu, katanya, jaksa akan meminta BPKP Perwakilan Maluku untuk menghitungnya lagi.

“Kita akan meminta BPKP untuk menghitungnya kembali agar memperkuat hasil penghitungan ahli Poltek,” kata sumber tersebut.

Data yang dihimpun Koran ini, proyek saluran irigasi di Desa Sariputih merupakan milik Dinas PU Provinsi Maluku, menggunakan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih. Namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan, karena belum selesai dikerjakan. Padahal anggaran telah dicairkan 100 persen. (SAD)

Comment