by

Mekanisme PPDB Di Perketat

Ambon, BKA- Kepala SMA Kristen Passo, Adriana Tatipana, mengungkapkan, mekanisme Penerimaa Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 diperketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Untuk itu, sekolah diharapkan, untuk melakukan PPDB sesuai panduan petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Jadi penerimaan siswa baru tahun ini, kita mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019, dan Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 dan Nomor 4 Tahun 2020,” ungkap Tatipata, Rabu (13/5).

Selain Permendikbud, kata Tatipata, ada juga juknis dari Dinas Pendidikan (Disdik) yang akan digunakan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.

“Karena itu, sekalipun sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur mekanisme PPDB, tapi kita harus pada haluan juknis yang di turunkan dari atas. Jadi tidak bebas mengatur ikut suka,” ujar Tatipata.

Menurutnya, dari juknis PPDB yang diturunkan tersebut, yang paling penting untuk diperhatikan, yakni, pembatasan jumlah siswa disetiap rombongan belajar (rombel). Itu sebagai upaya pencegahan penyebaran covid–19.

“Menurut saya, ini sangat penting. Karena sudah tertuang dalam peraturan pemerintah. Artinya, mekanisme PPDB ini diperketat, demi keselamatan kita semua. Sehingga perlu untuk diperhatikan,” ulasnya.

Lanjut Dia, pengaturan pembatasan jumlah siswa ini juga turut memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah, yang secara kuantitas sangat minim.

“Supaya siswa baru tidak berkumpul di satu sekolah saja, tapi di sekolah lain juga. Terutama sekolah-sekolah yang katagori sekolah swasta kecil, yang selama ini belum mendapat kesempatan untuk mendapatkan siswa baru pada setiap tahun pelajaran baru. Ini yang menurut saya, perlu pemantauan dan evaluasi pelaksanan PPDB oleh dinas. Supaya aturan ini benar-benar kita laksanakan sesuai juknis. Sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (LAM)

Comment