by

Mengenal Sabar

oleh: Aryo Ajie Susetyo
(Ketua Majlis Taklim Bandara Pattimura Ambon)

Secara umum, kata sabar sudah sangat akrab dilekatkan pada sebuah kalimat sebagai sebuah kata kerja yang diartikan sebagai menahan amarah diri. Menurut KBBI pun sabar adalah menahan diri, atau menahan diri dari amarah/nafsu. Akan tetapi, semakin umumnya kata itu dipakai, banyak orang yang melekatkan sabar itu sendiri pada kalimat yang salah. Baik dari struktur atau dari maksud dan tujuan. Misal nya bisa saja seseorang mengatakan “sabar bro, kalo sudah waktu nya nanti kita pasti bisa mencuri disitu”. Lahhh kan jadi heran, kata sabar yang seharusnya bermakna baik, tetapi dilekatkan pada suatu hal kemaksiatan.

Seringkali juga sabar diartikan sebagai suatu penerimaan Pasif tanpa perbuatan apapun misalnya saat kita mendapat suatu hasil yang buruk seperti kehilangan barang,dizholimi, gagal dalam suatu usaha, maka kita hanya bilang “yasudah sabar saja” tanpa ada usaha lanjutan nya.

Maka dari itu penting untuk kita tahu sabar secara definisi atau pengertian sabar secara agama agar kita bukan hanya meletakan pada hal yang benar tapi memaknai kesabaran itu sendiri. Apalagi jika sabar itu kita praktikan maka pertolongan Allah Subhanahu Wa Taala menjadi jaminan nya. Untuk lebih mudah nya, definisi dari sabar itu sendiri adalah “menerima takdir Allah-berusaha/ikhtiar semampunya-sesuai syariat Allah”.

Bila diuraikan dalam sebuah kasus, misal nya seperti ini. Kita kehilangan barang berharga kita, maka langkah pertama yang kita lakukan untuk memenuhi definisi tersebut adalah menerima Takdir Allah. Menerima takdir Allah bisa dilakukan dengan paling tidak tidak mengeluarkan kata celaan seperti “sialan”, “kurang ajar”, “hidup apa ini”. Kita menerima takdir Allah dengan bisa dengan menyebut namanya seperti Astagfirullah, Subahanallah, Yaa Allah. Karena mungkin keburukan itu terjadi penyebab nya adalah kesalahan kita sendiri. Baru setelah nya ikhtiar semampunya. Tentu ikhtiar semampunya dalam kasus tersebut sesuai pengetahuan dan akal kita seperti mengingat kembali,mencoba melihat CCTV,membuat laporan polisi dan lain lain sehingga dari usaha tersebut mendekatkan kita pada hasil untuk menemukan barang tersebut. Selanjutnya yang paling penting tidak boleh terlewatkan tentu dengan syariat Allah. Misal usaha yang kita lakukan adalah dengan membabi buta menuduh orang tanpa bukti, tentu itu dilarang oleh Allah Dan bukan termasuk dalam kesabaran itu sendiri.

Dengan mengenal sabar ini, kita bisa selalu melekatkan definisi tersebut dengan apa yang kita lakukan sehari hari sehingga kita bisa benar benar memaknai sabar tersebut dan pahala sabar nya bisa diterima Allah Subahanahu Wa Taala. Sabar tidak mengenal hasil, karena masalah hasil kita hanya perlu tawakal. Kita hanya perlu yakin kesabaran akan berbuah pahala yang tak terbatas dan sabar juga akan membuat kita mendapatkan solusi dari Allah Subhanahu Wa Taala yang mana itu semua adalah Janji-Nya.(**)

Comment