by

MF: Siapa Duluan, Dia Jadi Wakil

Ambon, BKA- Melkias Frans (MF) sudah menyatakan kesiapan untuk bertarung di Pilkada MBD pada Desember 2020 mendatang.

Untuk memuluskan rencananya itu, MF sudah berproses untuk mendapatkan rekomendasi sejumlah partai. Sebagai langkah awal, dia dipastikan memperoleh dukungan dari Partai Demokrat yang memiliki tiga kursi di DPRD MBD.

Otomatis, MF hanya memerlukan dukungan satu kursi lagi di DPRD yang berasal dari partai lain, untuk dapat memastikan keikutsertaannya dalam Pilkada MBD nanti.

Namun bukan itu saja yang menjadi wacana. MF juga belum menentukan siapa yang akan menjadi calon wakil bupati yang akan mendampinginya pada Pilkada.

Terkait hal itu, MF yang ditemui awak media, mengungkapkan, siapa yang akan menjadi wakilnya nanti tergantung dari partai lain yang akan memberikan rekomendasi kepadanya.

“Saya harus mengejar satu tambahan partai lagi. Jadi siapa yang lebih dulu memberikan rekomendasi, itu nanti yang saya ambil sebagai wakil saya,” terangnya, Selasa(16/6).

Kebijakan itu diambil, karena MF mengakui kalau konstalasi politik di Kabupaten MBD berbeda dengan kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Di MBD, kursi DPRD dikuasai oleh tujuh partai saja. Dari tujuh partai itu, enam partai memilikimasing-masing tiga kursi dan satu partai memiliki dua kursi.

“Dari tujuh partai yang ada di DPRD MBD, saya telah mendaftarkan diri sebagai calon bupati pada enam partai politik, kecui PDIP yang tidak didaftar,” akuinya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina, memastikan kalau rekomendasi Partai Demokrat akan diserahkan kepada kader partai itu, yakni, Melkias Frans (MF) sebagai bakal calon Bupati MBD.

Untuk itu, kata Pattiasina, MF harus bisa mencari dukungan dari partai lainya, untuk memenuhi kuota kursi yang ditentukan KPU sebanyak empat kursi agar bisa berkontestasi pada Pilkada MBD.

“Itu sudah pasti rekomendasinya akan diberikan ke Melkias Frans sebagai kader utama di Demokrat. Sehingga dari DPP diberikan surat tugas untuk mencari partai lain, agar memenuhi ketentuan pendaftaran di KPU,” akui Pattiasina.

Sedangkan untuk tiga kabupaten lain di Maluku yang akan melaksanakan Pilkada Desember 2020 nanti, yakni, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru, dan Buru Selatan (Bursel), Partai Demokrat belum menentukan sikap.

Tapi dalam waktu dekat, Pattiasina mengatakan, dirinya bersama tiga Ketua DPC dan beberapa kandidat calon kepala daerah, akan menghadap Bapilu DPP Partai Demokrat di Jakarta.”Ini akan mulai diproses dari tanggal 23 hingga 26 Juni, setelah lewat pertemuan dengan DPP Partai Demokrat,” terangnya.

Sementara nama pasangan calon yang diusulkan DPD Partai Demokrat untuk diberikan rekomendasi antara lain, Kepulauan Aru, Johan Gonga dengan pasangannya Muin Sogalrey. SBT ada dua pasangan, yakni, pasangan Fachri Husni Alkatiri (FHA) dengan Arobi Kelian (AK) atau Mukti Keliobas bersama calon wakilnya. Sedangkan untuk Kabupaten Bursel ada beberapa pasangan calon, diantaranya, Safitri Malik Solissa dengan Gerson.

“Kalau untu Aru itu hanya satu calon tunggal yang mendaftar di Demokrat, yakni, pasangan petahana. SBT ada dua pasangan, dan Bursel ada beberapa nama pasangan calon,” pungkasnya.(RHM)

Comment