by

Minta DPRD Fasilitasi Pemulangan

Ambon, BKA- Ratusan mahasiswa dan peserta Calon Tamtama (Catam) TNI AD yang tidak
lolos seleksi, mendatangi Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (11/5).
Mereka meminta DPRD untuk dapat memfasilitasi pemulangan mereka ke
daerah asal.

Mereka yang minta dipulangkan, umumnya berasal wilayah Tenggara Raya
diantaranya, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kabupaten
Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD).

Pantauan koran ini, kedatangan ratusan mahasiswa dan para mantan catam
awalnya diterima anggota DPRD sekaligus Ketua Fraksi Hanura DPRD
Maluku, Hengki Patty, di ruang Komisi IV.

Dalam pertemuan itu, Patty mengatakan, sebagai keterwakilan dari KKT
dan MBD akan memperjuangkan agar seluruhnya bisa kembali ke daerah
masing-masing.

“Kami akan perjuangkan agar mahasiswa ini bisa kembali daerahnya.
Tetapi harus sesui prosedur dengan melakukan rapid test, untuk
pegangan ketika bisa diizinkan pulang,” ujar Patty.

Dengan itu, DPRD akan berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Maluku
terkait pemulangan tersebut sesuai protap penangan Covid-19. Dimana
harus dilakukan rapid tes terlebih dahulu. Namun yang menjadi
pertanyaan apakah daerah yang dituju akan menerima mereka, seperti KKT
sebagai daerah hijau yang bupatinya melarang.

“Tadi Beta (Saya) sudah hubungi Sekda KKT akan dilakukan rapat nanti
terkait pemulangan mahasiswa pada daerah itu, agar ada satu keputusan
untuk disampaikan ke Pemerintah Provinsi.” tukasnya.

Dikatakan, misalkan Pemerintah Daerah tidak menerima kepulangan
mahasiswa maka ini menjadi tanggungjawab pemerintah setempat selama
mereka di Ambon.

Sementara itu, alasan pemulangan disampaikan salah satu mahasiswa,
Yulen Talutu. Mahasiswa Poltekes Ambon ini mengaku, berhubung proses
belajar masih melalui online, maka dirinya berkeinginan pulang dekat
dengan keluarga. Sebab, kebutuhan hidup lebih terjamin ketimbang
berada di Ambon selama pandemi Covid-19.

Ia bersama rekan-rekannya, meminta Bupati KKT untuk bisa memberikan
izin dan menerima merkea kembali ke KKT.

“Kami disini, merasa kekurangan kalau masih bertahan di Ambon. Jadi
mendingan Katong (kita) balik pulang kumpul bersama keluarga,”
harapnya. (RHM)

Comment