by

Minta Dukungan Bangun SMK Migas

Ambon, BKA- Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Maluku meminta dukungan anggota DPR RI perwakilan Maluku, untuk mendukung pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Minyak dan Gas (Migas) di Maluku.

Aspirasi ini disampaikan kepada Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty dalam resesnya untuk masa sidang IV tahun 2020, Rabu (29/7).

Hal ini berdasarkan Plan Of Develompment (POD) Blok Gas Masela yang telah disetujui Presiden Jokowi, yang mana tahapan pembangunan Blok Masela. Yang mana sesuai perencanaan, di tahun 2027 mendatang, Blok Masela telah dapat memproduksi gas.

PW Muhammadiyah sendiri, telah mengambil bagian untuk menyambut rencana baik tersebut dengan menyiapkan SDM dengan pendidikan kejuruan lewat pendirian SMK Migas di Maluku.

“Muhamamdiyah lewat organisasi otonom Aisyiah, ingin berkontribusi menyiapkan SDM anak-anak Maluku yang terampil dan siap pakai, menyambut beroperasinya Blok Masela,” ungkap Ketua Wilayah Aisyiah Maluku, Aisa Manilet, lewat rilisnya yang diterima koran ini.

Aisa menandaskan, beroperasinya Blok Masela akan memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Maluku.

“Kemiskinan yang menjadi wajah Maluku saat ini dapat perlahan dientaskan. Blok Masela memberi kontribusi secara ekonomi bagi kesejahteraan rakyat di Maluku,” tutur Akademisi IAIN Ambon ini.

Dijelaskan, Aisyiah ingin memastikan SDM asal Maluku dapat terlibat untuk berkarya di Blok Masela, termasuk kebutuhan pada tenaga teknis. “SMK Migas telah kami sampaikan pada tanwir Aisyiah di Surabaya. Sudah disetujui. Kami butuh dukungan agar segera terealisasi di Maluku,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan dan operasionalisasi SMK Migas membutuhkan SDM khusus. Karena bidang pengembangan pendidikannya juga spesifik. “Kami berharap ada sinergi dan dukungan dari pemerintah provinsi Maluku, terutama pada alokasi anggaran untuk pengembangan SDM. SMK Migas adalah kontribusi Aisyiah dan Muhamadiyah bagi Maluku,” jelasnya.

Dipaparkan, penguatan SDM untuk mendukung operasinya Blok Masela diamini oleh DR Marzuki Ilyas, salah satu pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku. Ia menyebut jika kebutuhan SDM Maluku untuk mensupport pengembangan blok Masela terutama pada SDM Vokasi.

“Maka harus ada kejelasan MoU antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan vokas dengan pemegang kendali blok Masela. Kata pak MArzuki, MoU ini untuk memastikan SDM anak – anak Maluku dapat memiliki kepastian untuk terserap di blok Masela,” pungkasnya.

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Saadiah Uluputty memberi apresiasi atas ide SMK Migas yang digagas oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Maluku. Menurut dia, pendirian SMK ini sejalan dengan keinginan pemerintah pusat yang telah mewanti wanti agar putra-putri daerah Maluku dapat berperan dalam pengelolaan Blok Masela. Sejatinya, anak-anak Maluku tidak boleh hanya jadi penonton.

“Investasi blok Masela nilainya signifikan, 20 Milyar US Dollar. Serapan tenaga kerja juga besar. Diperkirakan pada kisaran 73.000 tenaga kerja. Anak-anak Maluku perlu dididik pada SMK berbasis pendidikan Migas, pendidikan Vokasi dan pelatihan khusus sehingga ikut terlibat di blok Masela,” pintanya. (BKA-1)

Comment