by

Minta Kapolda Tindak Oknum Polisi di Buru

Ambon, BKA-Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharuddin Djafar diminta menyikapi laporan yang dimasukan ke Mapolda Maluku, terkait dua anggota Polres Pulau Buru yang melakukan aksi tidak terpuji terhadap warganya, di desa Lamahang, kecamatan Waplau, Kabupaten Buru, pada 6 September pekan lalu.

Hal ini disampaikan Direktur LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Jan Sariwating, saat menghubungi koran ini, Minggu (13/9). Dikatakan, dua oknum polisi tersebut masing-masing, Bripda IW dan Bprida AB.

Menurut Sariwating, dua polisi ini terlibat dalam aksi pemalangan atau pemasangan garis polisi (Police line) di tempat produksi, serta penyitaan 15 kg minyak kayu putih milik warga.

Menurut dia, sesuai informasi yang diterima dari Ny. FAS, sebagai pemilik lahan dan rumah produksi, mereka heran dengan tindakan yang dilakukan dua polisi tersebut. Sebab, lahan miliknya ini tidak pernah ada dalam masalah sengketa hukum.

Bahkan mereka mempertanyakan kewenangan dari ke dua oknum polisi tersebut, yang dengan berani melakukan penyitaan. Padahal sesungguhnya mereka itu bukan pemilik sah atas lahan dimaksud.

Meski demikian, Sariwating juga mengapresiasi langkah Kapolda Maluku yang sudah dengan cepat melakukan pengusutan atas laporan yang disampaikan LIRA Maluku.
“Kinerja Kapolda Maluku, tidak diragukan lagi. Beliau langsung memerintahkan aparatnya, untuk segera menuntaskan laporan tersebut. Itu yang kami ketahui sendiri, laporan yang masuk ke Polda pada Rabu 9 September 2020 dan Kamis 10 September, kami dipanggil oleh Paminal dan dimintai keterangan tambahan untuk melengkapi laporan dimaksud,” sebutnya.

Dia berujar, aksi yang dilakukan dua oknum Polri itu bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi terindikasi merusak citra kepolisian apabila tindakan yang mereka lakukan terbukti bersalah.

“Kalau memang dalam penyelidikan mereka bersalah, maka sudah tentunya perbuatan mereka itu merusak nama baik kepolisian. Padahal semestinya, polisi itu dikenal dengan pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat. Bukan sebaliknya menyusahkan masyarakat,” kesalnya.

Ia berharap, laporan mereka segera di usut Kapolda Maluku. Minimal dalam waktu dekat ini, kedua oknum polisi itu bisa dipanggil untuk dimintai keterangan. Terkait tindakan yang mereka lakukan terhadap masyarakat di desa tersebut.
“Kan kita sudah lengkapi laporan pengaduan kami. Kami harap agar kedua oknum polisi itu secapatnya di panggil, bersama-sama saksi-saksi terkait yang berada di TKP. Dan sekali lagi apabila terbukti, agar supaya ditindak tegas sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” harap Sariwating. (SAD)

 

Comment