by

Mitan Masih Langkah, Komisi II Panggil Pertamina dan Pengecer

Ambon BKA- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah (mitan) ternyatah masih dirasakan masyarakat pada sejumlah wilayah di Provinsi Maluku.

Terhadap hal itu, Komisi II DPRD Provinsi Maluku mengagendakan pemanggilan terhadap pihak Pertamina, untuk mempertanyakan penyebab masalah tersebut, hari ini, Jumat(14/1).

“Soal kelangkaan BBM, itu memang sangat prihatin sekali. Bukan saja di Kota Ambon, tetapi di kabupaten lain juga merasakan hal yang sama. Meskipun saat ini mitan sudah bisa ditemukan, tapi di daerah lain masih dirasakan. Besok (hari ini, red-), kami akan panggil pihak Pertamina untuk menanyakan, kenapa kelangkaan bisa terjadi,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tuankota, kepada awak media, usai menghadiri rapat Badan Musyawara (Bamus), Kamis(13/1).

Menurutnya, kelangkaan mitan diawal tahun 2021 merupakan sesuatu yang luar biasa. Sehingga bukan hanya Pertamina yang akan diundang, tapi para distributor juga juga diundang.

“Mereka hadir, agar dapat menyelesaikan persoalan kelangkaan yang terjadi. Kita juga tidak bisa membiarkan masyarakat terus-menerus harus mengalami kesemutan untuk mendapat BBM. Karena yang sekarang ini, masyarakat harus bertati-tati untuk mencari BBM,” terangnya.

Ia mencontohkan, kelangkaan yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Untuk mendapat BBM, warga Teor harus berjalan dua hari dengan menyeberang lautan ke kota kabupaten, hanya untuk mendapat mitan.

“DPRD pun merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini,” tandas Sauda.

Semntara itu, sesuai pantaua BeritaKota Ambon di Negeri Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), terlihat sejumlah ibu rumah tangga yang tengah mengantri untuk membeli mitan.

Mereka mengantri membawa lebih dari satu jiregen, guna mengantisipasi kalau-kalau mitan yang disuplay dari distributor terlambat.

“Tidak biasanya warga beli mitan lebih dari satu jirigen. Ini ada yang dua sampai lima jirigen. Kebutulan jatah mitan sebanyak 10 drum baru masuk, sehingga mereka antri untuk membeli mitan,” ungkap salah satu pengusaha pangkalan BBM.

Meskipun demikian harga mitan per liter yang dijual pangkalan, tidak mengalami kenaikan. Tetap dengan harga Rp 3.200 per liter. (RHM)

Comment