by

MTs Belajar Secara Online

Ambon, BKA- Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap berjalan dimasa pandemi Covid-19 ini. Memang tidak dilakukan di ruang kelas atau tatap muka langsung antara guru dan siswa, namun dilakukan secara online.

“Sesuai dengan edaran Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI yang ditindak lanjuti Kabid Pendis Kemenag Maluku, dalam proses pembelajaran yang dilakukan di madrasah selama Covid-19, khusus MTs Negeri Ambon sejak Maret lalu, dilakukan secara online,” ungkap Kepala MTs Negeri Ambon, Nasit Marasabesy, pada BeritaKota Ambon, Kamis (4/6).

Proses belajar mengajar secara online itu, katanya, dilakukansebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Apalagi saat ini, virus itu terus mewabah secara meluas di Kota Ambon.

“Seperti yang dilakukan MTs Negeri 1 Ambon saat ini. Meskipun civitas akademika di rumah masing-masing, mereka (siswa) tetap bisa belajar bersama guru mata pelajaran melalui jaringan Hp Andorid,” ucapnya.

Setelah melakukan pola pembelajaran secvara online itu, katanya, juga dilakukan proses evauasi, sekaligus mengecek sampai dimana proses pembelajaran berlangsung lewat video telekonferensi. Hasilnya, semua sudah berjalan sesuai harapan.

Bukan hanya itu, dewan guru pun dihimbau untuk bisa memberikan motivasi bagi siswa, agar tetap bisa mengikuti protap kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19 sesuai dengan arahan pemerintah.

“Alhamdulillah, sampai hari ini semuanya masih tetap berjalan dan itu juga menjadi catatan bagi kita semua, bahwa dengan adanya wabah ini, proses pembatalan yang dilakukan Menteri Pendidikan lewat edaran nomor 4 tahun 2020 yang berkaitan dengan Ujian Nasional (UN) tanggal 24 Maret tahun 2020. Pada akhirnya kita melakukan proses penilaian, hasil kelulusan siswa diambil dari hasil semester 1 dan 5 ditambah semester 6.

Itu sudah dilakukan oleh tim kurikulum MTs Negeri Ambon dan Insyah Allah hari ini, Jumat(5/6), sudah dilakukan pengumuman hasil ujian tingkat Mata dan SMP sederajat,” bebernya.

Dalam penyampaian hasil kelulusan, kata Marasabesy, akan disampaikan secara oneline lewat website Mata maupun grup WA siswa kelas IX, yang kurang lebih ada tujuh grup di MTs Negeri Ambon.

Agar pembejaran tidak menjadi memberatkan siswa, madrasah telah menjadwalkan masing-masing mata pelajaran. Kemudian dengan bantuan orang tua siswa, para siswa diminta untuk melakukan kegiatan sehari-hari, yaitu, sholat lima waktu, tadarus Al-Quran, dan Sholat dhuha, serta membantu pekerjaan orangtua di rumah. (RHM)

Comment