by

MUI Imbau Shalat Tarawih di Rumah

Ambon, BKA- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku menghimbau agar Ummat Muslim Maluku, pada bulan suci Ramadhan 1441 hijriyah ini dapat lebih bersabar, dengan mematuhi himbauan pemerintah daerah, Kementrian Agama maupun MUI Pusat, agar pelaksanaan Shalat Tarawi dan Tadarus dilaksanakan di rumah saja.

“Saya kira kondisi seperti ini, semua orang sudah tahu dampaknya seperti apa. Untuk itu, himbauan pemerintah daerah, Kementerian Agama dan MUI, untuk Shalat Tarawih belum bisa dilaksanakan secara berjamaah di masjid, tetapi di rumah. Maka itu harus ditaati secara bersama,” ujar Ketua MUI Maluku, Abdulah Latuapo, yang dihubungi BeritaKota Ambon via selulernya, Rabu (22/4).

Menurutnya, dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, pemerintah bersama semua pemuka agama telah bersepakat, untuk kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah di masjid, belum bisa dilakukan. Diperbolehkan untuk pelaksanaannya di rumah.

Apalagi, katanya, untuk daerah terpapar Covid-19, termasuk Kota Ambon. Sehingga langkah yang dilakukan saat ini bertujuan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyerabaran virus itu. Salah satunya, dengan cara menghindari adanya kerumunan, termasuk shalat berjamaah.

Sedangkan untuk daerah lain di Maluku selain Kota Ambon, yang belum terpapar Covid-19 dibolehkan untuk melakukan Shalat Tarawi secara berjamaah di masjid. Namun antisipasi perlu dilakukan, sebelum terjadi.

“Kami ingin tegaskan, MUI, pemerintah daerah dan Kementerian Agama, sama sekali tidak berniat agar hal ini terjadi, Shalat Tarawih dilakukan di rumah, dan melarang ke masjid. Tapi kondisi ini yang harus dipahami dengan baik oleh semua pihak,” jelasnya.

Islam, kata dia, juga mengajarkan untuk menjaga keselamatan bersama. Karena itu, jika dalam shalat berjamaah, terdapat salah satu jamaah terpapar, maka akan menjangkiti jamaah yang lain. Tentu ini kerugian luar biasa. Sehingga ini jangan dianggap remeh dan dilalaikan. Berbeda halnya dengan daerah yang belum terpapar.

“Tarawi tidak dilarang. Tetap dilakukan, tetapi dirumah, sampai ada himbauan lanjutan dari pemerintah, jika sudah ada perubahan dari Covid-19. Saya kira tidak perlu saling menyalahkan, tetapi antisipasi untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 ini sangat penting untuk dilakukan,” jelasnya.(RHM)

Comment