by

Murad dan Orno Bertarung Rebut Demokrat

Pilkada MBD

Ambon BKA- Pilkada Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) saat ini semakin panas. Bukan hanya melibatkan elit politik maupun masyarakat di kabupaten itu, namun juga disinyalir menyeret keterlibatan orang nomor satu dan nomor dua di Provinsi Maluku.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nathaniel Orno, di kabarkan tengah “adu kuat” di DPP Partai Demokrat untuk merebut rekomendasi partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.

Pertarungan kedua kader PDIP Maluku itu arahnya cukup jelas. Murad Ismail selaku Ketua DPD PDIP Maluku memperjuangkan rekoemendasi Partai Demokrat, untuk memuluskan langkah calon Bupati MBD petahana, Benjamin Thomas Noach (BTN), yang juga merupakan kader PDIP.

Sedangkan Barnabas Nathaniel Orno juga jelas akan memperjuangkan rekomendasi partai itu untuk kepentingan pencalonan adiknya, Odie Orno, yang ikut maju pada Pilkada Kabupaten MBD, setelah berhasil merebut rekomendasi Partai Golkar.

Salah satu sumber internal Partai Demokrat mengungkapkan, karena keterlibatan pengaruh orang nomor satu dan dua di Maluku itu pada Pilkada Kabupaten MBD, membuat DPP menunda mengeluarkan rekomendasinya.

“Saya belum bisa berkomentar dulu soal rekomendasi Partai Demokrat di Pilkada MBD, masih tarik ulur antara M1 (Gubernur, red-) dan M2 (Wakil Gubernur, red-) saat ini di DPP,” ungkapnya, Rabu (15/7).

Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina, tengah berada di Jakarta saat dihubungi BeritaKota Ambon via WhatsApp, hanya menjwab, belum ada rekomendasi yang dikeluarkan untuk Pilkada MBD. “Belum ada,” tandasnya, tanpa menjelaskan alasannya.

Memang posisi partai berlambang mercy ini di Pilkada MBD cukup “penting”, karena menentukan adanya penantang bagi calon petahana atau tidak.

Dari rekomendasi yang dikantongi pasangan bakal calon bupati petahana, Benjamin Thomas Noach dan Agustinus Arie Kilikili, secara aturan KPU, sudah lolos maju sebagai calon Bupati MBD, dengan mengantongi sejumlah rekomendasi partai, antara lain, PDIP dengan tiga kursi, PKPI dua kursi, Partai NasDem dua kursi dan PKS sebagai partai pendukung.

Ini berbeda dengan calon pasangan lainnya, seperti, Odie Orno-Bastian Petrus, yang baru mengantongi rekomendasi Partai Golkar yang hanya memiliki tiga kursi. Sehingga mereka masih harus berjuang untuk mendapat rekomendasi partai lain, untuk menggenapi syarat pencalonan.

Sama halnya dengan pasangan Niko Kilikili-Onisimus Saptori yang direkomendasikan Partai Garindra, yang hanya memiliki tiga kursi di DPRD MBD. Mereka juga harus menambah dukungan satu kursi di DPRD MBD melalui rekomendasi partai lain.

Ketua Korda Partai Gerindra MBD, Jhon Laipeni, yang dikonfirmasi via selulernya, mengakui, bahwa penentu pilkada MBD apakah petahana akan berhadapan dengan peti kosong atau tidak, tergantung rekomendasi Partai Demokrat.

Dia menambahkan, rekomendasi Partai Gerindra yang diberikan buat pasangan Niko Kilikili dan Onisimus Saptori, masih bersifat surat tugas. Dengan catatan, kedua pasangan itu harus mencari suara kursi tambahan dari partai lain.

Jika keduanya tidak bisa mendapat partai lain, maka arah politik di MBD akan menjadi keputusan DPP yang menentukan. “Betul pertarungan di MBD hanya tinggal menunggu rekomendasi Partai Demokrat. Kalau kasih ke Nocah, ya peti kosong. Tapi kalau kasih ke calon lain, maka terjadi head to head,” jelasnya.(RHM)

Comment