by

Nasib 40 Siswa di Tangerang Dipertanyakan

Ambon, BKA- Komisi II DPRD Kota Ambon akan meminta penjelasan Dinas Pendidikan Kota Ambon tentang 40 siswa SD dan SMP asal Ambon yang masih berada di Surya Institut, Kota Tangerang, Banten. Pasalnya, banyak orang tua siswa yang khawatir akan nasib anak mereka di tengah merebaknya virus corona.

Surya Institute merupakan yayasan pendidikan yang didirikan Yohanes Surya, untuk hantarkan anak-anak berprestasi ke ajang Olimpiade Fisika Internasional, termasuk 40 siswa asal Ambon ini.

Yakni atas kerjasama Surya Institut dengan Pemerintah Kota Ambon. Sehingga ada uang saku bulanan yang dikucurkan dari APBD Kota Ambon kepada puluhan siswa tersebut.

Namun akibat merebaknya virus Corona, sebagian besar lembaga pendidikan telah diliburkan dan disarankan untuk belajar dari rumah. Sementara 40 siswa ini masih tetap berdiam di asrama Surya Institut dan belum mendapatkan kiriman bulanan sejak April 2020 kemarin.

Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafri Taihutu mengatakan, dari laporan orang tua yang disampaikan ke Komisi terkait nasib para siswa serta uang saku bulan April yang belum dikirimkan Pemerintah Kota.

Sehingga hal ini menjadi kekhawatiran bagi para orang tua, mengingat kondisi di Ibukota Jakarta dan sekitarnya telah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kita dapat laporan dari orang tua kalau sejak April kemarin anak-anak mereka yang berada di Surya Institut itu belum menerima uang saku dari Pemerintah Kota. Maka itu kita pertanyakan nasih puluhan siswa ini dan akan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan Rabu besok,” ungkap Taihutu, kepada wartawan di Balai Rakyat DPRD Ambon, Senin (4/5).

Politisi PDIP ini mengaku, kecemasan orang tua saat ini makin bertambah pasca rencana pengusulan pemberlakuan PSBB untuk kota Ambon. Sehingga mereka berharap, Pemerintah Kota Ambon segera memulangkan seluruh siswa tersebut.

“Kecemasan orang tua ini, soal kehidupan mereka di Tangerang sana. Makanya mereka minta jika dibuka penerbangan Jakarta ke Ambon, kalau bisa mereka segera dipulangkan ke Ambon dengan resiko akan menjalani karantina,” terang Jafri.

Untuk itu, lanjut dia, Komisi telah melayangkan panggilan kepada Dinas Pendidikan dan Badan Keuangan Pemkot Ambon untuk meminta penjelasan terkait kondisi para siswa serta bantuan bulanan yang belum diterima para siswa sejak April kemarin.

“Kita sudah layangkan panggilan untuk kita rapat hari Rabu besok dengan Dinas Pendidikan dan Badan Keuangan Pemerintah Kota. Kita akan pertanyakan soal kerjasamanya dan kondisi 40 siswa di sana saat ini seperti apa. Intinya kita perlu mendapat penjelasan dinas terkait soal ini. Intinya kita akan tetap mendorong agar anak-anak mereka ini bisa dipulangkan segera,” harap Jafri. (UPE)

Comment