by

Nelayan Minim, Pasokan Ikan Berkurang

Ambon, BKA- Hasil tangkapan nelayan di Kota Ambon dianggap tak mampu penuhi kebutuhan ikan. Hal ini disebabkan lantaran para nelayan yang ada di kota bertajuk Manise ini masih minim.

Kondisi ini juga disebabkan karena faktor cuaca buruk, seperti gelombang tinggi yang terjadi saat musim timur.

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon Steven Patty mengaku, beberapa waktu lalu, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon telah mengeluarkan peringatan dini bagi para nelayan agar tidak melaut dengan kondisi cuaca buruk.

Sehingga, para nelayan yang ada saat ini kesusahan untuk melaut di perairan yang ada.

“Kemarin ada warning dari BMKG bahwa dilarang melaut karena cuaca tidak bersahabat. Session ground nelayan Ambonkan di bagian Timur, sementara sekarang musim angin timur. Jadi otomatis nelayan Ambon kurang melaut dan nelayan minim untuk memenuhi kebutuhan ikan di kota ini,” terang Patty.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut akhirnya membuat kebutuhan ikan di Kota Ambon berkurang. Meski terlihat ikan yang dijual di pasar cukup banyak, tetapi kebutuhan ikan tersebut dipasok dari luar Kota Ambon.

Ia melanjutkan, saat ini banyak ikan yang dijual di pasar tapi dipasok dari luar kota. Karena masyarakat Ambon cenderung mengkonsumsi ikan dibandingkan dengan daging lainnya.

“Kondisi pasar bisa kita lihat karena ikan dipasok dari luar Ambon. Dari Hitu, Tulehu, Maluku tengah dan Piru, SBB,” sebutnya.

Untuk para nelayan ikan di Kota Ambon, lanjut dia, hasil tangkapan ikan pun ditangkap pada perairan Teluk Ambon. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan pasokan ikan di Ambon sangatlah tidak cukup.

Bahkan nelayan yang ada di Kota Ambon sendiri diketahui mencari ikan di perairan dalam teluk. Sehingga berdampak pada pasokan ke penjual ikan.

“Nelayan Ambon minim sekali, mereka hanya di dalam Teluk saja. Untuk penuhi kebutuhan tidak cukup, harus pasok dari perairan lain guna memenuhi pasokan ikan seluruh Kota Ambon,” tambahnya. (DHT)

Comment