by

Nilai Pancasila Ada di Dalam Nilai Adat

Ambon, BKA- Wakil Gubernur Maluku, Barnabas N. Orno, mengungkapkan, nilai-nilai Pancasila ada di dalam kandungan nilai-nilai adat.

Bahkan mantan Presiden RI pertama, Soekarno, pernah menyampaikan, filosofi Pancasila diambil dari kristalisasi nilai budaya di Indonesia.

“Masyarakat Maluku harus bersyukur. Jauh sebelum Pancasila lahir, Maluku telah memiliki nilai Pancasila. Sebab, tiap-tiap negeri telah memiliki adatnya masing-masing sebelum NKRI merdeka,” ungkap Orno, saat menyampaikan meteri Webinar melalui aplikasi Zoom yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku, Kamis (11/6).

Untuk itu, Wagub meminta masyarakat Maluku untuk tetap menjaga kearifan lokal, sehingga menjadi kekuatan nasional demi keutuhan NKRI.

“Saya harus katakan, bahasa daerah tidak boleh dilupakan. Bahasa lokal di kawasan tenggara pada umumnya, Aru, masih terjaga. Sedangkan wilayah Ambon, bahasa lokalnya sudah perlahan punah,” bebernya.

Dalam webinar yang digelar dengan tema “Memaknai Pancasila dalam Bingkai Pela Gandong sebagai Kekuatan Nasional,” Orno mencontohkan, implementasi Pela Gandong yang pernah dilakukan dirinya saat berkunjung ke Negeri Tamilouw dan Sepa, Kabupaten Maluku Tengah, berapa waktu lalu.

Kedua negeri tersebut merupakan negeri adat di wilayah pesisir Pulau Seram Selatan. Disana, dirinya sempat mengucap kalimat sapaan persaudaraan penduduk setempat.

“Ami Ata Hia-Hia, Ami Aya Hoi-Hoi. Inamu Sei, Anamu Sei, Mese”. “Coba lihat siapa yang datang. Mese itu sapaan kearifan adat. Kalau kita bilang Mese, semua pasti bersatu. Suka tidak suka. Senang tidak senang,” ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, sebagian masyarakat adat menilai, dirinya bukanlah asli pribumi. Namun sempat berucap semua bersaudara di tanah Seram.

Bahkan, katanya, jika seseorang tahu sedikit tentang kearifan lokal tertentu, maka anda atau siapapun tidak akan mengalami kesulitan.

“Andai kearifan lokal ini tidak diceritakan secara rutin, maka generasi berikutnya akan kehilangan budayanya sendiri,” urainya.

Saat menjabat Bupati MBD, kata Wagub, disambut dengan tarian adat yang diperagakan penari berusia atas. “Saya tegaskan, stop. Ganti penari dengan yang muda-muda (pelajar),” sambung Orno. (BKA-1)

Comment