by

Noaf: Jangan Panik, Kita Punya Sagu

Wabah Corona Bisa Picu Krisis Pangan

Ambon, BKA- Ketua DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Noaf Rumau, mengatakan, sampai saat ini, para ilmuwan masih terus berupaya mengembangkan vaksin atau obat anti virus corona.

Hal itu berarti, kondisi tidak normal masih akan terus terjadi untuk beberapa waktu kedepan, sepanjang belum ditemukan vaksin virus tersebut. Sehingga berpotensi menghadirkan ancaman krisis pangan.

Walau demikian, Rumau meminta masyarakat SBT, terutama yang bermukim di wilayah pesisir agar tidak panik dengan ancaman krisis pangan, kalau memang terjadi.

Menurutnya, masyarakat SBT memiliki potensi pangan lokal yang cukup, yakni sagu. Sagu dapat menjadi solusi, bila terjadi krisis pangan akibat pandemi virus corona yang belum diketahui kapan berakhir.

“Kalau wabah corona ini terus berjalan tiga sampai empat bulan ke depan, sudah pasti akan berpengaruh terhadap ketersediaan sembako. Jadi mulai sekarang, sebaiknya kita menyiapkan pangan-pangan lokal, seperti, sagu, kasbi (ubi kayu), keladi dan patatas (ubi jalar), sebagai tindakan antisipatif,” tuturnya.

Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengajak mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi sagu sebagai kearifan lokal, menyusul belum berakhirnya pandemi virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 3 juta orang di dunia.

“Dalam kunjungan reses di Pulau Gorom, kemarin (beberapa waktu lalu), saya himbau kepada masyarakat untuk banyak-banyak makan Sagu. Jangan panik kalau ada krisis pangan, kita punya sagu,” ungkap Noaf, belum lama ini.

Memang selama ini, katanya, sagu sebagai pangan lokal tak lagi menjadi bahan makanan utama masyarakat Kabupaten SBT, karena perannya sudah tergantikan oleh beras.

“Jadi memang selama ini masyarakat sudah jarang makan sagu. Mereka lebih banyak makan beras. Akibatnya, banyak lahan sagu yang dirusak, dibiarkan mati atau dikonversi menjadi pemukiman penduduk karena tidak dimanfaatkan sebagai sumber pangan utama,” tutup Noaf.(LAN)

Comment