by

OJK: Hingga 22 April, 2.273 Debitur Dapat Keringanan Kredit

Ambon, BKA- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mencatat hingga 22 April 2020, total nasabah bank dan non bank yang sudah mendapatkan kelonggaran pembayaran fasilitas pinjaman (relaksasi) sebanyak 2.273 nasabah.

“Ada 2.273 nasabah di Provinsi Maluku yang mendapatkan relaksasi, dengan total nominal Rp388,11 miliar,” kata Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku, Roni Nazra, kepada BeritaKota Ambon melalui pesan Whatsapp, Kamis (30/4).

Nazra mengatakan, hal itu dilakukan sesuai dengan aturan mengenai kelonggaran kredit bagi debitur-debitur yang terdampak virus corona Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aturan restrukturisasi kredit tersebut diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020, tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical.
“Dalam aturan disebutkan, kelonggaran bisa untuk debitur dari sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan kelautan. Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit atau pembiayaan,” jelasnya.

Keringanan atau restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan sebagaimana diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain, penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan dan konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Bank dapat memberikan kredit atau pembiayaan penyediaan dana lain yang baru, kepada debitur yang telah memperoleh perlakuan khusus sesuai POJK ini dengan penetapan kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain tersebut, dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain sebelumnya.

“Bank menyampaikan laporan berkala atas penerapan POJK ini untuk monitoring atau pengawasan sejak posisi data akhir bulan April 2020. Ketentuan ini berlaku sejak diundangkan sampai dengan tanggal 31 Maret 2021,” paparnya. (KJH)

Comment