by

Orangtua Berperan Aktif Cegah Dampak Negatif PJJ

Ambon, BKA- Tidak bisa dipungkiri kalau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakoni sekolah saat ini, bisa saja memberikan dampak negatif bagi siswa.

Saat ini, siswa diebaskan untuk menggunakan smartphone untuk mengakses pelajaran yang disampaikan oleh guru secara online.

Namun bila orangtua tidak mengontrol penggunaan smartphone anak dengan baik, ditakutkan anak tersebut menggunakan smartphone untuk kepentingan lain selain belajar. Misalnya, bermaik game atau membuka situs negatif.

Untuk itu, Kepala SMP Negeri 4 Ambon, O. Sitaniapessy, mengatakan, guna mencegah dampak negatif dari PJJ, orangtua harus dapat mengontrol anak selama proses belajar di rumah.

Menurutnya, pada kondisi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pihak sekolah atau guru, tidak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab secara maksimal.

” Karena kondisi demikian, maka suka atau tidak suka, sistem atau model PJJ ini harus dilakukan. Kita tidak bisa mengelak itu. Kita hanya bisa berupaya untuk mengatasi agar anak-anak tidak mengakses hal-hal yang belum pantas untuk mereka lakukan. Kunci yang pertama, memang ada pada anak itu sendiri. Kalau dia menyadari bahwa usianya masih anak SMP, maka dia belum layak untuk melihat hal-hal yang tidak wajar itu. Kedua, karena stay at home, maka sebenarnya kami berharap orangtua itu bisa memainkan perannya dengan baik, terlepas dari pada dia sebagai pendidik yang utama di rumah, tapi juga sebagai fungsi kontrol dan pengawasan untuk mengarahkan anak supaya mereka menggunakan Hp untuk hal yang positif, guna menunjang mereka punya pendidikan ke depan,” ujar Sitaniapessy, Rabu (9/9).

Dengan adanya PJJ, proses pendidikan dan pembinaan tidak lagi berjalan dengan maksimal, karena dibatasi demi mencegah penyebaran virus corona bagi anak-anak maupun para guru.

“Kita memang tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan himbauan-himbauan, nasehat serta arahan. Semua itu terpulang kepada anak, karena memang dia berada di rumah. Guru punya keterbatasan untuk melakukan pendidikan dan pembinaan. Bisa saja, pada saat jam belajar, anak gunakan Hp untuk bermain game. Maka itu, saya selalu arahkan kepada guru-guru untuk mengatur teknis belajar dengan baik. Harus pastikan siswa itu betul-betul serius dalam menerima pelajaran. Karena ini suasana dalam proses belajar mengajar, maka pakaian seragan pun harus digunakan. Dan itu saya kontrol lewat video belajar, apakah benar siswa itu patuh atau tidak selama belajar di rumah,” ungkapnya.

Kata Sitaniapessy, dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, para guru tidak bisa berbuat lebih, karena dibatasi dalam berbagai hal. Dia hanya berharap, agar orangtua dapat menjalankan tugas dengan baik sebagai orangtua maupun pendidik bagi anak-anak selama PJJ dilakukan.

“Ini waktunya bagi orangtua untuk memainkan peran yang lebih strategis lagi, sehingga anak bisa menggunakan IPTEK dengan baik, untuk mambantu mereka dalam proses belajar mengajar. Kita berharap, mereka jangan dulu melakukan hal-hal yang belum waktunya untuk mereka lakukan. Ini kita jaga. Karena itu, saya berharap, orangtua bisa kontrol anak dalam menggunakan Hp agar digunakan dengan baik,” harapnya. (LAM)

Comment