by

Orno Terancam Dipecat PDI-P

Ambon, BKA- Tindakan Barnabas Nathaniel Orno yang menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dinilai tidak mencerminkan tindakan seorang elit partai Banteng Moncong Putih.

Sebelumnya diketahui kalau Orno menemui Ketua Umum DPP Golkar dalam rangka meminta rekomendasi Partai Golkar untuk kepentingan pencalonan adiknya, Odie Orno, sebagai Calon Bupati Maluku Barat Daya (MBD).

Namun sebagai senior di PDIP, Orno seharusnya dapat memberikan contoh taat azas kepatuhan yang dianut partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

Sehingga tindakan Orno tersebut dinilai telah melanggar azas kepatuhan, dan diancam dengan sanksi pemecatan dari partai yang telah mengantarkannya duduk sebagai Wakil Gubernur Maluku.

“Setelah PDIP mengeluarkan rekomendas kepada pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakilnya diempat Pilkada di Maluku, secara langsung seluruh struktur partai, termasuk Orno sebagai kader sekaligus Wagub, semuanya harus patuh. Ini sudah budaya politik. Sehingga sanksi bagi yang melanggar, bisa terancam dipecat,” tegas Bendahara DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury, Selasa (14/7).

Untuk itu, dia mengingatkan, selaku kader PDIP seharusnya paham akan tradisi politik di partai tersebut. Karena itu, setiap langkah politik yang diambil, tidak bisa diluar sepengetahuan partai.

“Jadi saya ingatkan kembali, agar semua pengurus, mulai dari DPD, DPC dan PAC hingga ranting, harus bisa mengamankan keputusan partai. Khusus di daerah yang melaksanakan Pilkada, baik MBD, Aru, SBT dan Bursel, untuk tetap solid bergerak, tanpa ada manuver diluar keputusan DPP,” pintanya.

Sebagai kader partai, katanya, harus bisa maksimal dan bekerja sama memenangkan Pilkada. Sehingga tidak ada oknum kader yang menempuh cara lain, diluar keputusan partai.

“Semua fungsionaris PDIP, khusus diempat daerah pelaksana Pilkada harus tetap solid terhadap perintah dan keputusan DPP PDIP,” pungkasnya. (RHM)

Comment