by

Pajak Kos-Kosan Turun Drastis

Ambon, BKA- Akibat dampak Covid 19, penerimaan pajak kos-kosan menurun drastic. Bahkan turut mempengaruhi turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon.

Kabid Pengelolaan Pajak dan Retribusi, BPPRD Kota Ambon, Richard Tengko menuturkan, saat ini pajak kos-kosan mengalami penurunan karena adanya pandemi covid 19. Sebab, dengan adanya covid 19 banyak penghuni kos-kosan yang diketahui meninggalkan kos dan tidak mempunyau biaya untuk membayar.

Dan secara otomatis, mempengaruhi pajak yang dibayarkan kepada Pemerintah Kota dan sekaligus mempengaruhi PAD pada dinasnya.

Menurutnya, kos-kosan yang ada di Kota Ambon banyak dihuni para mahasiswa sehingga sangat mempengaruhi pembayaran terutama, di saat pandemi sekarang ini. Banyak juga mahasiswa yang pulang kampung, karena saat ini kuliah yang dijalani lebih banyak yang online.

“Banyak kos-kosan yang tutup. Ada berbagai macam alasan karena kos-kosan banyak anak mahasiswa atau pelajar mereka pulang ke kampung. Sehingga kos-kosan banyak yang kosong,” ujar Tengko, kepada wartawan, Senin (15/6).

Dengan begitu, pihaknya mengharuskan pemilik kos-kosan menutup sementara usaha miliknya karena kondisi pandemi. Dengan begitu, pemilik kos hanya menyetor kos-kosan yang masih ditempati.

“Misalnya kamarnya 10, sekarang yang tinggal satu atau dua orang saja. Jadi mereka stor sesuai dengan yang ada. Ada kamar kos tapi terbatas,”tuturnya.

Ia menjelaskan, pembayaran pajak kos-kosan yang ditagih di Kota Ambon merupakan rumah kos yang kamarnya lebih dari 10. Hal tersebut dikarenakan pajak yang diterapkan yakni pajak hotel, lantaran kamar yang disediakan sudah masuk dalam kategori jumlah yang besar.

Namun, dengan adanya covid 19 saat ini pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak karena pandemi ini dinilai mempengaruhi semua sektor di masyarakat maupun pemerintah.

“Sebenarnya bukan tutup, tidak beroperasi karena kosong atau sementara karena keadaan. Akhirnya penerimaan pajak berkurang mempengaruhi pendapatan asli daerah. PAD tidak nol tapi turun drastis,”terangnya. (DHT)

Comment