by

Pakai Ganja, Baharudin Divonis 9 Tahun

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis Baharudin Djourongah pemuda yang bermukim di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan pidana penjara selama 9 Tahun penjara, serta denda Rp.1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Di dalam amar pu-tusan ketua ma-jelis hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Pertimbangan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan, terdakwa mengakui perbuatannya, sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa melanggar UU yang berlaku,” ucap Ketua majelis hakim, Feliks R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Essau Yerisitouw sebagai hakim anggota, pada sidang, Selasa (7/7) kemarin.

Putusan majelis hakim ini dianggap ringan daripada ancaman JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa untuk dipenjara selama 10 Tahun penjara.
Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

“Meminta kepada ma-jelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menjatuhi hukuman penjara selama 10 tahun, karena terbukti melakukan tindak pidana narkotika jenis ganja,” ucap JPU, Sania Pentury dalam amar tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 20 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 WIT, tepatnya di kediaman terdakwa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Malteng.

Awalnya, Alfin Gunawan saksi dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapat informasi dari informan kalau terdakwa sering menjual narkotika di lokasi tempat tinggalnya.

Mendengar informasi tersebut, saksi bersama beberapa rekannya berniat untuk mendatangani rumah terdakwa untuk melakukan penyelidikan lanjut.

Sekitar pukul 13.30 WIT, saksi bersama rekannya menemui terdakwa di rumahnya, saat itu para saksi menanyakan apakah benar yang mereka temui adalah terdakwa. “Ia Benar” jawab terdakwa kepada kedua saksi.
Selanjutnya, saksi me-nanyakan apakah terdakwa sedang menyimpang narkotika di dalam rumah, terdakwa tidak lama-lama, dia kemudian mengaku kalau benar sedang menyimpan narkotika di kamarnya.

Kemudian saksi meminta agar terdakwa me-ngeluarkan barang bukti tersebut. dihadapan petugas, selanjutnya terdakwa mengeluarkan barang bukti berupa ganja sebanyak 249 paket kecil.

Setelah mengamankan barang bukti tersebut, terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor Dit resnarkoba Polda Maluku, kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Tandas JPU.
Terhadap putusan ma-jelis hakim, Penasehat hukum terdakwa, Alfred Tutupary akan mengajukan upaya banding. (SAD)

Comment