by

Panduan Pembelajaran Harus Dirumuskan

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, dirasa perlu untuk segera membahas panduan pembelajaran untuk kota ini. Dikarenakan dengan adanya pandemi Covid 19 di Kota Ambon, pembelajaran normal bagi siswa tidak dapat dilakukan.

Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, usai melakukan rapat bersama para kepala sekolah (kepsek) di hotel Marina, Kamis (16/7).

Dituturkan, dinas terkait harus segera mendudukan persoalan panduan pembelajaran agar ada penyeragaman sistem belajar mengajar di Kota Ambon. Baik untuk tingkat SMA, SMP maupun SD atau Madrasah serta TK yang ada.

“Saya sudah rapat dengan seluruh bagian pendidikan ini SMA, SMP maupun madrasah untuk kita bicarakan dia. Lalu kita sepakat nanti Dinas Pendidikan Kota bersama provinsi duduk bersama lalu merumuskan bagaimana ini panduan bagi kota ini,” terangnya.

Disebutkan, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku maupun dinas pendidikan Kota Ambon harus merumuskan panduan pembelajaran yang dinilai baik diterapkan pada situasi saat ini, sehingga ada penyeragaman dan tidak terjadi tumpang tindih.

Karena tahun ajaran baru untuk 2020/2021 sendiri, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah dimulai sejak tanggal 13 Juli 2020 kemarin.

“Saya itu mengantisipasi itu supaya di Ambon ini ada penyeragaman terhadap masalah pendidikan itu. Indonesia ini kan kepulauan, jadi situasi sosial di suatu daerah itu berbeda dengan daerah-daerah lain. Kebijakan secara nasional pembelajaran itu kan mulai tanggal 13 Juli, tetapi situasi di daerah itu masing-masing berbeda,” papar dia.

Dengan memperhatikan kondisi daerah saat ini, maka pemerintah daerah harus bersama-sama memutuskan sistem pembelajaran yang baik untuk kelangsungan pembelajaran bagi siswa-siswa yang ada di Kota Ambon.
Ia mengungkapkan, saat ini dari segi materi pembelajaran telah disiapkan oleh setiap sekolah yang ada. Namun harus ada mekanisme yang dapat membuat sistem pembelajaran menjadi sistematis, baik bagi SMA SMP SD Madrasah maupun TK yang ada di Kota Ambon.

“Terutama dia punya mekanismenya dari segi materinya sudah oke, tapi hanya dari mekanismenya,” terangnya.

Louhenapessy berharap, Dinas Pendidikan Kota Ambon maupun dinas pendidikan provinsi Maluku dapat segera merumuskan mekanisme yang baik untuk sistem pembelajaran yang akan diterapkan di Kota Ambon, di tengah pandemi Covid 19 saat ini.

Ia juga mengaku, akan ada kekurangan-kekurangan yang ditemui pemerintah dalam bidang pendidikan tersebut. Namun hal itu akan dievaluasi lagi untuk menjadi masukan dalam mempersiapkan perencanaan pembelajaran di tahun 2021 mendatang.

Dia mencontohkan, saat ini tidak semua sekolah memiliki internet untuk melaksanakan proses belajar mengajar melalui media online. Maka harus ada asas keadilan yang diberlakukan oleh Pemerintah Kota Ambon, guna memenuhi seluruh kebutuhan sekolah saat seperti ini, terutama untuk siswa-siswa yang ada.

Dengan begitu, di tahun 2021 mendatang Dinas Kominfo Kota Ambon dapat menyiapkan seluruh jalur internet yang dapat menjangkau seluruh desa yang ada di Kota Ambon. Hal tersebut untuk memudahkan siswa saat belajar melalui media online.

“Tahun 2021 itu diharapkan Kominfo sudah bisa siapkan seluruh jalur internet untuk masuk seluruh desa-desa yang ada di 30 desa. Kalau misalnya belajar dari rumah dengan online semua jalan,” tandasnya.
Mengingat untuk sementara pembelajaran normal belum dapat dilakukan dan siswa siswa maupun guru-guru serta orang tua siswa, dapat beradaptasi dengan kondisi yang ada saat ini.

“Untuk sementara belum bisa dipastikan pembelajaran normal, karena kita akan beradaptasi dengan kondisi ini,” tutup Louhenapessy. (DHT).

Comment