by

Pasar Ditutup Sesuai Aturan

Amboon, BKA- Aktivitas para pedagang maupun masyarakat di pasar, terkhusus pasar Mardika secara tegas ditutup sesuai aturan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni pukul 18.00 WIT.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyebutkan, sesuai dengan aturan PSBB tahap I maupun PSBB tahap II, maka pasar tetap ditutup beserta terminal mardika pada jam 6 sore.
Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi aktivitas yang memancing kerumunan orang. Mengingat banyaknya masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut dalam kondisi kota Ambon dilanda pandemi Covid-19.
Ia mengungkapkan, saat ini terminal sudah ditutup sejak jam 6 sore sesuai dengan aturan. Dan sudah tidak ada lagi aktivitas di pasar, walaupun kedapatan ada beberapa pedagang yang tetap membuka lapaknya dengan mengabaikan aturan.
Diakuinya, di pasar masih ada aktivitas walaupun terminal sudah tutup. Sebab, pasar sendiri ada masyarakat atau pedagang yang tinggal di kawasan tersebut. Secara otomatis, masih tetap ada aktivitas yang dilakukan.
“Di pasar itu kan orang tinggal di situ, tapi kita tutup supaya tidak ada lagi aktivitas,” ujar Louhenapessy, kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (9/7).
Mantan Anggota DPRD Maluku ini menambahkan, pihaknya memang tidak dapat berbuat banyak ketika ada pedagang yang memilih tinggal di pasar. Bahkan ada masyarakat yang tetap mengunjungi pasar, meski aktivitas berjualan telah dihentikan. “Orang kalau mau pergi ke pasar itu dari 100, mungkin satu atau dua saja,” ucapnya.

Namun sesuai aturan, lanjut dia, ada aparat hukum yang tetap mengawasi kawasan tersebut setelah berakhirnya jam operasional di kawasan pasar maupun terminal Mardika. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan aturan yang telah diberlakukan. “Jadi gini, saat kita tetapkan aturan ada aparat hukum,” tambahnya.
Dengan begitu, masyarakat juga diharapkan untuk dapat mematuhi aturan yang telah diberlakukan dan tidak lagi beraktivitas di kawasan pasar, setelah kawasan tersebut dinyatakan tutup untuk jam operasionalnya.
Sementyara untuk penerapan ganjil-genap, tambah Louhenapessy, saat ini penerapannya telah berjalan namun masih secara persuasif dilakukan oleh petugas yang ada di lapangan. “Kalau untuk ganjil-genap itu kita jalannya persuasif,” terangnya.
Ia menyebutkan, pada masa PSBB tahap II ini, kepatuhan masyarakat sudah mulai baik sehingga penerapan ganjil-genap dilakukan secara persuasive. Dan kedepannya, juga akan dipertimbangkan lagi apabila kepatuhan masyarakat semakin tinggi.
“Tapi karena kondisi ini semakin hari semakin baik, kita akan pertimbangkan dia,” pungkasnya. (DHT).

Comment