by

Pasca PSBB, Dinas Belum Ambil Kebijakan Baru

Ambon, BKA- Pasca Pemerintah Kota Ambon menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), belum ada satupun kebijakan baru dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon bagi pihak sekolah. Akibatnya, pihak sekolah saat ini mengalami kewalahan, karena dilarang untuk melakukan proses belajar secara offline atau manual.

Menurut Kepala SD Negeri 93 Ambon, Ratna Rumatiga, sebelum PSSB itu dilakukan, pihaknya melakukan proses belajar secara tatap muka dalam bentuk kelompok bagi anak-anak didiknya, yang tidak memiliki fasilitas belajar Daring.

Namun setelah PSBB, Pemkot Ambon lewat Disdik langsung melarang sekolah melakukan belajar tatap muka dalam bentuk apapun. Dengan larangan tersebut, kata Rumah Tiga, demi kesehatan dan keselamatan siswa, tentunya dia mendukung keputusan tersebut.

Namun menurutnya, perlu ada kebijakan baru guna menjawab kebutuhan siswa yang tidak memiliki fasilitas. “Sebenarnya itu tidak ada masalah, kalau ada kebijakan baru dari dinas terkait Belajar Dari Rumah (BDR). Tapi karena belum ada, kita juga kewalahan. Padahal selama belajar kelompok di rumah, orangtua sangat mendukung itu. Tapi saat mulai PSBB, kita langsung dilarang tatap muka. Sehingga tidak lagi ada pertemuan dengan siswa di rumah. Tapi itulah tantangan bagi kita, agar bisa berupaya membina dan mendidik anak-anak,” ujar Rumatiga, Senin (7/9).

Seharusnya, kata Rumatiga, perlu ada kebijakan Disdik untuk menangani siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar Daring, agar tidak terkesan membiarkan sekolah berjalan sendiri.

Sebab dengan kondisi saat ini, Disdik yang adalah pengambil kebijakan dibidang pendidikan sangat diperlukan, khususnya dalam memberikan petunjuk atau arahan, agar sekolah tidak kewalahan dalam mengatur pola belajarnya.

“Itu yang kita harapkan, bahwa dinas yang adalah pengambil kebijakan soal pendidikan di kota ini bisa mengambil kebijakan yang dapat membantu pihak sekolah. Bukan saja sebatas mengambil kebijakan, tapi juga bisa mengarahkan kita dalam upaya mempersiapkan pola pembelajaran bagi siswa. Khususnya kepada siswa yang tidak bisa belajar Daring, karena tidak punya fasilitas. Karena kalau Kota Ambon terus berstatus zona merah, maka kita juga akan tetap belajar Daring. Itu yang kita sangat harapkan, karena hingga saat ini belum ada kebijakan baru Disdik Ambon terkait pola pembelajaran ditengah Covid-19, khusus selama masa PSSB,” pinta Rumatiga. (LAM)

Comment