by

Pasien Kasus 15 Tulari Dua Orang

Tak Patuhi Protokol

Ambon, BKA- Tidak mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran wabah virus corona, pasien kasus 15 menulari dua orang yang kini dinyatakan positif.

Ketidakpatuhan itu membuat Ketua Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, merasa kecewa.

Sesuai hasil trancking yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku terhadap pasien kasus 15, terdapat dua pasien positif baru yang ditemukan, yang telah terkodefiksi sebagai pasien kasus 21 dan 22.

Pasien kasus 15 merupakan pasien asal Kota Ambon, yang sebelumnya telah dinyatakan positif karena merupakan Pelaku Perjalanan (PP).

Setelah tiba di Kota Ambon, pasien kasus 15 tidak melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, sesuai protokuler kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sebaliknya, pasien positif itu langsung melakukan aktivitas seperti biasa. Dirinya menjalankan kewajiban sebagai umat beragama di salah satu tempat ibadah.

Hasilnya, tracking yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku membuktikan, kalau dua orang yang berhubungan erat saat itu telah dinyatakan positif.

Terang Kasrul, kalau kasus seperti sekarang itu telah masuk dengan kasus cluster ketiga atau seperti pengelompokan. Jadi ini bukan lagi sebatas di rumah.

“Bisa bayangkan, dari tempat ibadah terus ke pasar, belum lagi kemana-mana. Bahkan juga melakukan ibadah lagi, maka ini berdampak sangat besar untuk orang lain,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dengan ada temua dua pasien positif baru tersebut membuat jumlah pasien Covid-19 di Maluku sebanyak 22 orang.

“Dua tambahan lagi kasus baru positif. Itu terkodefiksi sebagai pasien 21 dan 22. Mereka merupakan hasil tracking dari pasien 15 asal Kota Ambon. Dengan demikian, jumlah kasus positif di Maluku per hari ini naik menjadi 22 kasus, sembuh 11 orang dan dirawat juga 11 orang,” terang Kasrul.

Lanjutnya, dua pasien positif yang baru diketahui itu akan dilakukan perawatan. Tapi karena belum juga ada petunjuk dari ahli Covid-19 atau dokter, maka keduanya akan dirawat di Balai Diklat BPSDM Maluku.

“Kalau dua pasien tersebut mempunyai gejala yang memprihatinkan, maka mereka akan dirawat oleh pihak dirumah sakit. Tapi karena belum ada petunjuk dari dokter, maka keduanya akan dirawat di Balai Diklat BPSDM Maluku,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment