by

PDIP Sikapi Aksi di Kediaman Gubernur

Ambon, BKA- Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Maluku, menyikapi aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan OKP tertentu di kediaman Gubernur Maluku, Murad Ismail, di kawasan Wailela, Desa Poka Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (19/6), pekan kemarin.

Ada lima poin pernyataan sikap yang disampaikan DPD PDIP Maluku dalam menanggapi aksi di kediaman Gubernur Maluku itu, yang dibacakan oleh akil Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Bidang Komunikasi Politik, Thobyhend JM Sahureka, Senin (22/6).

“Mereka ini kan sebelum berdemo di Kantor Gubernur, sudah diterima oleh Sekda Maluku, Kasrul Selang. Sehingga tindakan berdemo di kediaman Gubernur, ini menurut kami, sangat tidak menghargai dan/atau mengabaikan hak asasi orang lain, dan sangat tidak mencerminkan tanggung jawab untuk membangun suasana demokrasi dan rasa keadilan di masyarakat,” kata Sahureka, saat membacakan lima poin pernyataan sikap DPD PDIP kepada wartawan, di ruang kerja Ketua DPRD Provinsi Maluku.

Menurut Sahureka, mestinya mahasiswa sebagai intelektual muda harus memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang aman, tertib dan damai, serta menghargai hak hukum orang lain untuk hidup secara aman dan damai.

“Benar, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di depan umum. Tetapi setiap orang juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan menghargai hak orang lain,” terangnya.

Bagi PDIP, lanjut Sahureka, perwujudan kehendak secara bebas setiap warga negara dalam menyampaikan pikiran secara lisan dan tulisan, atau apapun bentuknya, harus tetap dipelihara dan dilaksanakan menurut Undang-Undang (UU).

Hal ini dimaksudkan, katanya, agar seluruh tatanan sosial dan kelembagaan, baik infrastruktur maupun suprastruktur, tetap terbebas dari penyimpangan atau pelanggaran hukum yang bertentangan dengan maksud, tujuan, dan arah dari proses keterbukaan penyelenggaraan pemerintahan, serta mencegah disintegrasi sosial dalam kehidupan masyarakat.

“Sebagai partai politik, sebagai arah tujuan perjalanan bangsa, PDIP ini sudah terbiasa menghadapi tekanan massa. Kami sudah terbiasa ditekan, tanpa harus membalas. Bahkan pasang surut tekanan politik tersebut telah membuat PDIP semakin matang, dan terus berkomitmen untuk tetap berjuang bagi kesejahteraan rakyat ini,” tegasnya.

Untuk itu, jika hari ini, ada tekanan lagi dari kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan OKP tertentu terhadap Gubernur Maluku yang notabene adalah Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku, pihaknya mengajak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara santun.

Dalam kesempatan itu, PDlP pun mengajak mahasiswa agar berhenti menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang cenderung memperlihatkan kebencian. “Junjunglah kebiasaan budaya kita dalam musyawarah dan mufakat, maka dengan begitu, kita akan bersama-sama bergotong royong untuk memperjuangkan apa yang menjadi kehendak rakyat, bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Maluku,” pungkasnya. (RHM)

Comment