by

PDIP Vs Golkar di Pilkada 2020

Ambon, BKA- Dipastikan perhelatan Pilkada di empat kabupaten di Provinsi Maluku akan berlangsung “panas”. Sebab dua partai politik besar akan saling bertarung.

Masing-masing, PDIP dan Partai Golkar merupakan partai dominan disetiap daerah yang akan melaksanakan Pilkada, bahkan memiliki jumlah perwakilan di legislatif relatif sama.

PDIP diketahui terlebih dahulu yang mengeluarkan rekomendasi calon kepala daerah. Seperti di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), rekoemndasi diberikan kepada pasangan Fachri Husni Alkatiri-Arobi Kelian. Di MBD, rekomendasi diberikan kepada Benyamin Thomas Noach- Agustinus Kilikili. Di Kabupaten Buru Selatan (Bursel), rekomendasi diberikan kepada Safitri Malik Soulissa-Gerson Selsily. Tersisa Kabupaten Kepulauan Aru, yang kemungkinan diberikan kepada Johan Gonga-Muin Sogalrey.

Tapi secara mengejutkan, perlawanan terhadap calon PDIP itu ditunjukkan oleh Partai Golkar. Semua rekomendasi diberikan kepada calon lain.

Ketua DPD I Partai Golkar Maluku terpilih, Ramly Ibrahim Umasugi, mengungkapkan, kalau DPP Partai Golkar telah mengeluarkan rekomendasi calon kepala daerah pada empat kabupaten.

Namun kepada siapa saja, Umasugi mengaku, belum bisa disampaikan. Karena belum mendapat kewenangan untuk menyampaikan hal itu kepada publik.

“Sudah ada (rekomendasi, red-). Tapi saya belum mendapat kewenangan untuk umumkan,” katanya, Senin (6/7).

Namun salah satu sumber internal Partai Golkar, mengungkapkan, Partai Golkar akan siap bertarung melawan PDIP pada Pilkada di empat kabupaten di Maluku.

Di Kabupaten SBT, Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Mukti Keliobas (MK) yang merupakan kader partai, sekaligus calon bupati petahana.

Di MBD, Golkar memberikan rekomendasi kepada bakal pasangan calon Nikolas Kilikili dan Onisimus Septori dari Partai Garindra.

Kabupaten Kepulauan Aru, Partai Golkar merekomendasikan pasangan bakal calon Timotius Kaidel dengan pasangannya Lagani Karnaka, yang merupakan Sekretaris Partai NasDem Kepulauan Aru.

Sedangkan untuk Kabupaten Bursel, sumber itu mengatakan, belum tahu rekomendasi diberikan kepada siapa. Namun yang jelas bukan diberikan kepada Safitri malik Soulissa, yang terlebih dahulu telah direkomendasikan oleh PDIP. “Di Busrel, bukan Safitri,” tandasnya.

Sementara itu, DPD PDIP Maluku mengingatkan para pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati di empat kabupaten di Maluku yang sudah mengantongi rekomendasi, untuk menghindari kerja perorangan. Tapi harus membangun kerja struktural.

“PDIP berharap sangat kepada Paslon yang sudah diputuskan DPP lewat rekomendasi, bisa berkoordinasi secara intensif dengan DPC, PAC, ranting dan anak ranting. Sebab kerja struktural itu lebih baik, dibandingkan kerja perorangan,” harap Bendahara DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury, kepada wartawan, di Baileo Rakyat-Karpan, Senin(6/7).

Bahkan, lanjut dia, dalam rapat DPD PDI Perjuangan bersama seluruh DPC se-Maluku yang dilakukan secara virtual meeting, beberapa waktu lalu, Ketua DPD telah menginstruksikan kepada empat daerah Pilkada untuk bagaimana segera mengambil langkah-langkah mempersiapkan diri, sehingga ketika Pilkada dilaksanakan mesti menang di daerahnya.

“Ini menjadi penegasan dari Ketua DPD. Jangan lagi mempersoalkan pasangan ini cocok ataukah tidak. Yang ada, hanyalah kerja. Karena keputusan DPP adalah final. Karena itu, kita harus all out untuk bekerja untuk memenangkannya,” tegasnya.(RHM)

Comment