by

Pegadaian : Tunda Jatuh Tempo, Bunga Nol Persen

Ambon, BKA- Vice Presiden PT. Pegadaian Area Ambon, Asih Subekti menandaskan, selama masa pandemi Covid-19, pihaknya telah memberlakukan penundaan jatuh tempo lelang, dengan bunga nol persen.

Hal ini dimaksudkan, bahwa setiap nasabah yang menitipkan emas pada kantor Pegadaian, selain mendapat kelonggaran 30 hari dari batas waktu jatuh tempo lelang dan tidak lagi dikenakan biaya bunga.

“Jadi lewat program kami selama pandemi Covid-19, penetapan pinjaman dengan bunga nol persen selama kurun waktu tiga bulan. Dan kami juga memberikan penundaan atau kelonggaran waktu 30 hari, setelah jatuh tempo berlaku,” akui Subekti, pada koran ini di ruang kerjanya, Rabu (17/6).

Menurutnya, pemberlakukan yang dilakukan secara nasional termasuk di PT Pegadaian (Persero) Area Ambon, merupakan program untuk meringankan beban nasabah yang khusus diperuntukkan pengguna produk gadai konvensional maupun syariah. Agar memberikan kemudahan bagi para nasabah yang memiliki pinjaman kurang dari Rp 1 juta.

“Jadi kalau ada yang pinjamannya di bawah 1 juta, bunganya nol persen yang diberlakukan sejak bulan Mei hingga bulan Juli 2020,” tuturnya.
Dikatakan, sama halnya dengan pemberlakukan penundaan jatuh tempo lelang yang akan ditambah menjadi 30 hari, sehingga ada penambahan relaksasi.

Program ini diterapkan, tutur dia, untuk semua nasabah tanpa kecuali. Dengan maksud memberikan kesempatan mengumpulkan dana kepada para nasabah agar bisa melunasi, meskipun dengan cara mencicil.

“Karena biasanya (jangka waktu gadai) hanya 4 bulan. Maka yang dimainkan lelangnya mundur 30 hari lagi. Yang tadi tanggal 1 lelang ditambah 30 hari,” pungkasnya.

Sebagai pimpinan Pegadian Ambon, dirinya berharap agar apa yang telah diberlakukan pihaknya dapat mengurangi beban ekonomi nasabah yang mungkin terdampak Covid-19.

Sementara harga jual emas, kata Subekti, mengalami kenaikan yang tadinya Rp 800 ribu lebih per gram naik menjadi Rp 905 ribu per gram.
“Harga logam emas mulia naik meningkat sekitar 905 ribu per gram.

Kecenderungan naik itu sekitar bulan Maret kemarin, dari sebelumnya sekitar 800 ribu lebih. Selama masa pandemi ini, bahkan naik nanti bisa mencapai angka 1 juta per gram, ” beber dia.

Harga emas, sebut dia, biasanya juga ditentukan berdasarkan inflasi. Sebab, jika satu daerah ekonominya meningkat juga mempengaruhi naiknya harga emas dan beberapa faktor yang juga bisa berdampak pada harga emas di pasaran.

“Yah ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan harga emas itu naik, salah satu faktor inflasi dengan ekonomi secara global,” tutup Subekti. (BKA-1)

Comment