by

Pekan Ini, Berkas Nahkoda KM Cantika Masuk Jaksa

Ambon BKA- Dipastikan dalam pekan ini, berkas perkara Nahkoda KM Cantika Lestari 99 dan rekannya yang dijerat dalam kasus pembuatan surat rapid test palsu siap di limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon untuk di teliti.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning kepada Beritakota Ambon mengatakan, tim penyidik sudah selesai melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus tersebut, dan dalam pekan ini, berkas perkara kedua tersangka sudah diserahkan ke JPU Kejari Ambon. “Pastikan dalam pekan ini berkasnya sudah di serahkan ke jaksa untuk diteliti,” ungkap Kapolsek Rabu kemarin.

Menurut dia, setelah diserahkan, JPU akan memeriksa kelengkapan berkas perkara kemudian di serahkan kembali ke penyidik untuk dilengkapi. “Jadi kita tunggu saja, kalau berkasnya sudah di kirim berarti, penyidik lengkapi saja,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengusutan kasus dugaan tindak pidana penipuan terkait pembuatan Surat Rapid Test yang diduga palsu kini membawakan hasil.
Kepolisian Sektor (Polsek) KPYS Ambon, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, berhasil menetapakan Nahkoda KM Cantika Lestari 99 inisial IS (58), dan rekannya Viona M,(31) sebagai tersangka dalam kasus ini, setelah penyidik Unit Reskrim Polsek KPYS berhasil mengantongi dua alat bukti yang cukup.

Kapolsek KPYS Ambon, Iptu Richard Matthew Gurning kepada Beritakota Ambon melalui selulernya mengatakan, penetapan kedua tersangka karena penyidik menemukan tindak pidana dalam pembuatan surat Rapid Test Palsu tersebut.

Modus operandi yang dilakukan, tersangka Viona yang berprofesi sebagai bekas perawat kemudian bekerjasama dengan nahkoda untuk membuat sarat Rapid Palsu.

“Surat Rapid Palsu yang dibuat itu berjumlah 14 orang dengan rincian 13 orang ABK dan Narkoda. Dengan membayar kepada tersangka Viona sebesar Rp.700 ribu untuk keseluruhan surat Rapid Palsu tersebut, surat ini dibuat sebagai syarat berlayar untuk mencegah menularan Virus Corona di tengah masyarakat,” ungkap Richard ketika di hubungi Beritakota Ambon Minggu kemarin.

Perwiran dengan dua Balok emas di pundak itu mengatakan, penetapan tersangka dilakukan penyidik setelah pemeriksaan dilakukan sejumlah saksi-saksi, termasuk tiga Dokter dari Rumah Sakit GPM, dan saksi pelapor.

“Sedangkan untuk para ABK, penyidik memeriksa mereka dengan hanya mengambil sampel atau perwakilan. Karena keseluruhan ABK tidak mengetahui surat Rapid Test dimaksud. Kemudian setelah dirampungkan sejumlah alat bukti, bukti menguat untuk digelar perkara kemudian di tetapkan kedua oknum itu sebagai tersangka,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan,untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang Membuat Surat Palsu / Memalsukan Surat.

“Bahkan berkas kedua tersangka ini pun sudah persiapan tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon untuk diteliti lebih lanjut demi kepentingan persidangan di Pengadilan Negeri Ambon,” tandasnya.(SAD).

Comment