by

Pekan Ini, Penyidik Tahap II Perkara TI

Ambon, BKA- Penyidikan kasus dugaan korupsi pembobolan BNI Cabang Ambon, dengan tersangka Tata Ibrahim (TI) selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar mulai usai.

Dipastikan pekan ini, berkas perkara TI yang merupakan salah satu dari 8 tersangka yang dijerat di kasus BNI Cabang Ambon itu akan dilakukan tahap II oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, kepada Beritakota Ambon mengatakan, berkas perkara TI sudah dipastikan dilakukan tahap II (pelimpahan berkas serta tersangka) ke JPU Kejati Maluku dalam pekan ini.

“Iya, kemungkinan dalam pekan ini, penyidik sudah tahap II,” ujar Santoso, Senin (13/7).

Polri dengan tiga bunga melati di pundak itu menambahkan, penyidik Ditreskrimsus melakukan tahap II atas perkara TI karena memang masa penahanan yang bersangkutan dalam waktu dekat akan berakhir.

“Masa penahanan juga sudah mau selesai. Makanya kita mau tahap II. Sekarang juga kan yang bersangkutan lagi di tahan,” tandas Santoso.

Sebelumnya diberitakan koran ini, berkas perkara TI yang merupakan tersangka kasus pembobolan uang BNI Cabang Ambon dipastikan lengkap, setelah tim penyidik menyerahkan berkas perkara tersebut ke JPU Kejati Maluku, beberapa waktu lalu.

Direktur Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, yang dikonfirmasi Beritakota Ambon mengungkapkan, saat ini berkas perkara tersangka TI, penyidik perkirakan sudah lengkap. Sebab beberapa petunjuk JPU sudah dilengkapi penyidik dan sudah diserahkan ke JPU untuk diteliti.

“Kita tinggal menunggu berkas P21 dari Penuntut Umum saja,” ungkap Santoso, melalui sambungan selulernya, belum lama ini.

Santoso berujar, untuk aset-aset TI yang diluar daerah berdasarkan petunjuk JPU harus disita. Tapi sesuai koordinasi penyidik dengan JPU, penyitaan diluar daerah itu urung dilakukan karena kondisi pandemi Covid-19.

“Karena kondisi Covid-19, jadi JPU maklumi kita (penyidik). Jadi tidak sita aset di luar daerah, akan tetapi barang bukti tersangka semuanya sudah masuk dalam BAP. Dan prinsipnya kita sedang menunggu berkas P21 dari JPU saja,” tandas Santoso.

Terpisah , Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi Beritakota Ambon mengaku, berkas perkara TI masih teliti.

“Sampai hari ini, berkas perkara T.I masih diteliti Penuntut Umum,” pungkas Sapulette.

Sekedar tahu saja, kasus pembobolan uang BNI Ambon senilai Rp.58,9 miliar itu, penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku menetapkan delapan tersangka pada kasus itu.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, sebelunya, mengungkapkan, kasus pembobolan uang BNI Ambon diketahui semuanya berjumlah delapan orang tersangka.

Masing-masing, Wilian Alfred Ferdinandus selaku Taller BNI Ambon, Tata Ibrahim selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar, serta enam tersangka lainnya yang kini sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Mereka yang tengah disdang, yakni, Faradiba Yusuf, Soraya Pelu, eks Kepala KCP BNI Tual yang juga eks Kepala KCP Unpatti Krestiantus Rumahlewang, eks Kepala KCP Dobo Josep Resley Maitimu, eks Kepala KCP BNI Mardika Andi Yahrizal Yahya dan eks KCP BNI Masohi, Marce Muskitta.

Juru Bicara Kapolda Maluku itu mengatakan, pengembangan penyidikan kasus pembobolan BNI masih terus dilakukan. Penyidik masih memperkuat bukti-bukti untuk menetapkan tersangka lain. “Delapan tersangka ini disangkakan dengan pasal 49 ayat (1) dan (2) UU No 7 Tahun 1972 tentang perbankan, sebagaimana diubah dengan UU RI No 10 Tahun 1998 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Komulatif ancaman denda sebesar Rp.10 miliar. Selain itu para tersangka juga dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pasal 3, 4 dan 5 UU No 8 Tahun 2010. (SAD).

Comment