by

Pelaku Pembantaian Diancam Pasal Berlapis

Ambon, BKA- Tujuh tersangka yang melakukan pembantaian terhadap empat warga di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malteng), diancam pasal berlapis.

Tujuh pembantai itu masing-masing, TR alias Tedi (27), YM alias Ucu (39), TS alias Tom (46), WR alias Weli (36), JR alias Yan (30) dan LK alias Lukas (61) serta satu anak dibawa umur yakni GR.

“Jadi penyidik satuan Reserse dan Kriminal sudah mengamankan para pembunuh tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, ketujuh orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Maluku Tenggara, AKBP, Alfaris Pattiwael ketika di hubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 jo, 338 jo, 170 jo, 351 jo KUHP dan pasal 56 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam, ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Saat ini enam tersangka sudah diamankan di Rutan Polres Malra, disertai dengan barang buktinya masing-masing, sedangkan untuk satu tersangka tidak ditahan karena masih dibawah umur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di Desa Faan menuturkan, kejadian itu awalnya lantaran masalah hak warisan dalam satu garis keturunan keluarga Rumangun. Kronologis awalnya, tujuh tersangka itu datang ke TKP dengan korban HR untuk bertemu korban AS yang bertindak sebagai kuasa hukum.

Dan disitu juga ada korban lain yakni ER dan FR. ketika berhadapan, korban HR melarang ketiga korban melakukan aktifitas di lokasi kebun tersebut. Namun larangan korban HR tidak dihiraukan oleh ketiga korban, hingga berujung pada aksi pembacokan yang dilakukan tujuh tersangka.

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat kepada Berita Kota Ambon mengatakan, peristiwa pembunuhan yang terjadi di Desa Faan tersebut, Tepatnya Selasa (3/5) sekitar pukul 15.00 WIT di jalan Tool Kei Kecil, Kabupaten Malra.

Kejadian tersebut lanjut dia, mengakibatkan matinya empat orang warga. Empat orang warga itu masing-masing, HR (69), FR, ES dan AS yang diduga merupakan pengacara.

“Kasus ini bermula dari masalah lahan warisan, tak tau mengapa, ke empat orang itu langsung dibacok secara mengenaskan,” ungkap Ohoirat, Selasa kemarin.

Dilain sisi. Kapolres Maluku Tenggara AKBP. Alfaris Pattiwael, saat di konfirmasi mengaku jika pihaknya telah berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan terhadap keempat korban. Dimana korban diketahui berinisial HR (69), FR, ES dan AS, warga Kecamatan kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

“Dari kejadian ini, kita berhasil mengamankan enam pelaku yakni TO, JR, LL, JRG warga Faan dan dua lainya warga Wearsten yakni HR dan TR,” jelas Pattiwael, Selasa kemarin.

Sementara Para korban sendiri, Kata Pattiwael, diketahui merupakan warga Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Mereka ditemukan tergeletak dalam hutan atau di sekitar kawasan Jalan Tol Bandara Ibra, Kei Kecil. (SAD)

Comment