by

Pelaku Pembunuhan di Malteng Naik Sidang

Ambon, BKA- Jecky Mustamu (33), pelaku pembunuhan yang bermukim di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (3/7).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Malteng, Rian Joze Lopulalan , mendakwa terdakwa kasus pembunuhan terhadap Daniel Tahya yang juga warga Pulau Haruku tersebut, dengan pasal berlapis. Yakni, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal Pasal 338 KUHPidana dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

Sidang yang digelar secara video telekonference itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Christina Tetelepta, didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Hamzah Kailul selaku Hakim Anggota, yang berada di Pengadilan Negeri Ambon, bersama JPU dan penasehat hukum terdakwa, Robert Lesnussa. Sedangkan terdakwa mengikuti persidangan di Rutan Kelas II A Ambon.

JPU Rian Joze Lopulalan, mengungkapkan, terdakwa melakukan pembunuhan pada 19 Maret 2020 lalu, sekitar pukul 02.00 WIT, di depan rumah Christian Mustamu di Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Awalnya, terdakwa ke pesta pernikahan Meike Lesmanuwaya. Di perjalanan, terdakwa bertemu korban Daniel Tahya, saksi Julius Tahya, dan saksi Helmi Rahayaan.

Terdakwa lalu bertanya, apakah ada minuman keras.
Karena tidak ada, terdakwa hendak menuju ke pesta pernikahan itu mengambil sopi.

Namun, terdakwa mendengar saksi Julius Tahya mengundangnya berkelahi. Korban dan saksi Julius Tahya lalu mengejar terdakwa untuk memukulinya.

Setelah kejadian tersebut, terdakwa pulang ke rumahnya dan mengambil sebuah parang panjang. Dia lalu mencari saksi Julius Tahya, namun mereka tidak bertemu. Sementara itu, ketika terdakwa sedang marah-marah di depan rumahnya, ia melihat korban.

Terdakwa lalu menghampiri korban. Mereka berdua terlibat pertengkaran. Dalam pertengkaran itu, korban mengatakan, kalau dirinya lebih sadis.

Mendengar itu, terdakwa langsung membacok korban menggunakan parang di bagian leher. Korban sempat berusaha berlari menyelamatkan diri. Namun, terdakwa kembali membacok dia.

Terdakwa yang melihat korban terluka, langsung melarikan diri ke hutan. Sementara korban berjalan mencari pertolongan.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi.(SAD)

Comment