by

Pelaku Perdagangan Anak Dibawa ke Polresta

Ambon, BKA- Setelah diamankan pelaku perdagangan anak inisial WL, oleh persinel TNI yang betugas di Pos Tuhaha SSK III, Satgas Yonif RK 732/Banau, Pria 20 Tahun ini langsung diamankan Polsek Saparua kemudian digiring yang bersangkutan ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Saparua AKP Rony yang dikonfirmasi mengatakan, awalnya dirinya dihubungi pemerintah Desa Noloth, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah (Malteng), terkait keberadaan pelaku yang sudah diamankan oleh anggota TNI di kantor Desa. Kemudian dirinya memerintahkan anggota untuk menjemput pelaku.
“Jadi saat kita jemput dia, kemudian kita serahkan lagi ke Polresta untuk dilakukan proses hukum,” ungkap Rony Minggu kemarin.

Sekedar tahu saja, WL merupakan pelaku penjualan anak di bawah umur yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Maluku. WL dibekuk setelah pemerintah Negeri Noloth, memberitahukan kepada Satgas Pos Tuhaha SSK III.

Menerima informasi itu, empat personil Pos Tuhaha SSK III di bawah kendali Danpos Tuhaha SSK III, Serda Sasminto, mendatangi kediaman Raja Mesak Huliselan guna mendapat keterangan foto pelaku, rumah pelaku dan rencana penangkapan yang akan dilakukan.

Penangkapan WL dilakukan Jumat pukul 23.15 WIT di rumah warga berinisial DP, yang sudah dicurigai menjadi tempat tinggal yang bersangkutan. Penangkapan secara keseluruhan berjalan lancar dengan tidak ada perlawanan dari pelaku.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letkol Inf Suhendar Suryaningrat membenarkan penangkapan itu. “Iya. Benar, semalam personel Satgas Pos Tuhaha tangkap DPO perdagangan anak,” ungkap Dansatgas yang juga Danyon 732 kepada wartawan Minggu kemarin.

Dijelaskan, penangkapan terhadap WL tak lepas dari data yang diperoleh pihaknya bahwa WL masuk DPO karena perdagangan anak.

Dari informasi itu Satgas menindaklanjutinya dengan melakukan penangkapan.
WL, datang ke Noloth pada 11 Agustus 2020 dengan alasan mengantar teman perempuan yang sakit berinisial IP dan menjadikan rumahnya untuk menginap.

Tambah Letkol Suhendar, WL ini, sudah mempunyai catatan merah, yakni pada Maret 2020, yang bersangkutan baru saja keluar dari Penjara selama 9 bulan dengan kasus pencurian.

“Penangkapan berjalan dengan aman dan lancar. Pos Tuhaha SSK III juga bereterimakasih atas kerja sama dari seluruh pihak untuk penangkapan pelaku tersebut. Semoga kedepannya akan tercipta suasana dan situasi yang semakin kondusif,” tutup dia. (SAD)

 

 

 

Comment