by

Pelanggaran PSBB Berkurang

Ambon, BAK- Pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II berdasarkan Perwali nomor 19 tahun 2020, jumlah pelanggaran yang dilakukan masyarakat dinilai sudah mulai berkurang jika dibandingkan dengan PSBB tahap I.
Kabid Fasilitas Umum Satpol PP Kota Ambon, Richard Luhukay mengaku, untuk PSBB tahap II, tingkat kepatuhan masyarakat sudah mulai tinggi dan menyebabkan pelanggaran secara otomatis berkurang.
“Yang jelas setiap hari kesadarannya mulai tinggi dan tren pelanggarannya menurun. Kalau yang kita lihat itu dia punya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pemberlakuan PSBB itu sendiri,” sebut Luhukay, kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (9/7).
Dikatakan, dari bidang fasilitas umum sendiri, pelanggaran yang terjadi untuk toko-toko yang ada di dalam kota Ambon sejak PSBB tahap I sudah tidak ada lagi. Bahkan setelah memasuki di PSBB tahap II saat ini.
“Jadi ada 3 sasaran yang kita tempuh yaitu toko-toko yang harus ditutup. Toko-toko itu dari PSBB jilid pertama itu sudah patuh. Terbukti dari setiap laporan beberapa hari terakhir, itu menunjukkan pelanggarannya menurun. Bahkan tidak ada pelanggaran lagi hingga mencapai 100 persen,” tandasnya.
Sedangkan untuk kios-kios maupun lapak yang ada di kawasan pasar, tingkat kesadarannya masih 50 persen sejak PSBB tahap I. Dan untuk lokasi kuliner mala, juga kesadarannya masih 44 persen.
“Sedangkan toko-toko, lapak yang ada di pasar itu masih kepatuhannya 50 persen. Ketiga, itu toko-toko maupun kuliner malam yang buka di luar pemetaan jam malamnya itu 08.00 maupun 09.00. Dan itu 44 persen saja yang patuh. Dari kesimpulannya PSBB jili 2, kita akan pertegas lagi dua wilayah itu sehingga kita dapat mencapai 100 persen,” kata dia.
Ia menilai, PSBB tahap II ini membuat pihaknya lebih mempertegas dalam penindakan terhadap kedua lokasi tersebut. Dan sejak PSBB tahap II ini, pihaknya telah menemukan 5-7 kasus pelanggaran dan telah ditindak.
“Hari pertama itu kan kita tidak melakukan penindakan, tapi memang ada penindakan di waktu malam saat lewat jam operasional. Tapi tidak panjang dari laporan harian kami, misalnya untuk kemarin malam itu di pasar ada 6 kios dan 1 billiard. Dan itu kita ambil barang-barangnya, nanti dia berurusan dengan PPNS di Balai Kota,” bebernya.
Dengan ditemukan beberapa kasus, ujar dia, kepatuhan masyarakat terhadap pemberlakuan PSBB di Kota Ambon sudah sangat meningkat. Dikarenakan pelanggaran yang dilakukan terlihat telah menurun.
Sedangkan untuk denda sendiri bervariatif dan biasanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) akan mengambil variasi yang paling rendah yaitu Rp 50.000 sampai Rp 30.000.000.
“Jadi nanti mereka ambil di kisaran yang paling rendah, misalnya ada usaha yang kisaran itu 5 juta sampai 10 juta. Itu mereka angkat yang paling rendah yaitu 5 juta, sedangkan untuk yang penggunaan masker itu kan 50 ribu sampai 100 ribu. Tapi mereka ambil yang paling rendah yaitu 50 ribu,” jelasnya.
Untuk data sendiri, untuk PSBB tahap I ada sejumlah 500 lebih pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat, sedangkan di tahap II sangat berkurang jauh.
Sehingga diharpakan, dengan PSBB tahap II ini tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. “Supaya Ambon dapat memaksimalkan pemberlakuan PSBB dan dapat memutus mata rantai virus covid 19 dan berada pada zona yang lebih baik lagi,” harapnya. (DHT).

Comment