by

Pemakai Narkoba Duduk di Kursi Pesakitan

Ambon, BKA- Petra Tahapary terdakwa kasus dugaan tindak pidana narkotika harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Ambon,Senin (14/9).

Pria 27 Tahun yang bermukim di Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini didakwa melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon ini dipimpin ketua majelis hakim Christina Tetelepta Cs, sedangkan terdakwa di damping Penasehat Hukumnya (PH) Peny Tupan.
JPU,Silvia Hattu dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 5 Desember 2019, sekitar pukul 19.50 WIT, tepatnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Ambon.

Awalnya ada koordinasi antara Kelapa BNNP Maluku, Dir Narkoba Polda Maluku, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Maluku, Kepala Lapas Kelas II A Ambon, tujuannya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di dalam Lapas. Hal ini disebabkan karena adanya informasi kalau di dalam Lapas sudah terjadi peredaran Narkotika.

Selanjutnya petugas BNNP Maluku melakukan penggeledahan pada blok kutilang, tepatnya Kamar nomor 12 yang di huni terdakwa bersama rekannya Ian Patrik Souhuwat, Hairul Lampung, Ronaldo Lekahena dan Rifel Yohanis dan rekan-rekan lain, petugas menemukan barang bukti sebanyak 12 paket klip bening ukuran kecil dan satu lipatan kertas warna hijau dengan total berat 9,69 gram.

Setelah mengamankan barang bukti tersebut, terdakwa kemudian di giring ke kantor BNNP Maluku bersama barang buktinya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Usai mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi.(SAD)

Comment