by

Pembunuh di Haruku Diancam 12 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Malteng, Inggrid Louhenapessy menuntut Jecky Mustamu (33), terdakwa kasus tindak pidana pembunuhan di Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dengan penjara selama 12 Tahun.
Tuntutan ini dibacakan dalam persidangan yang berlangsung, Rabu (29/7), di Pengadilan Negeri Ambon, dipimpin ketua majelis hakim, Lucky Rombot Kalalo didampingi Christina Tetelepta dan Hamzah Kailul, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan.

Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHPidana dan pasal 351 ayat (3) KUHPidana.
“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan, dan meminta kepada majelis hakim agar menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 Tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan,” tandas JPU dalam berkas tuntutannya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Penasehat hukum terdakwa akan mengajukan pledoi dipersidangan pekan depan.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, pada Kamis 19 Maret 2020 sekitar pukul 02.00 wit di depan rumah Christian Mustamu di Negeri Haruku Kabupaten Maluku Tengah.
Awalnya, terdakwa ke pesta pernikahan Meike Lesmanuwaya. Di perjalanan, terdakwa bertemu korban Daniel Tahya, saksi Julius Tahya, dan saksi Helmi Rahayaan. Terdakwa lalu menanyakan apakah ada minuman tradisional jenis sopi.
Karena tidak ada, terdakwa hendak menuju ke pesta pernikahan itu mengambil sopi. Namun, terdakwa mendengar saksi Julius Tahya mengundangnya berkelahi. Korban dan saksi Julius Tahya lalu mengejar terdakwa untuk memukulinya.
Setelah kejadian tersebut, terdakwa pulang ke rumahnya dan mengambil sebuah parang panjang. Dia lalu mencari saksi Julius Tahya, namun mereka tidak bertemu. Sementara itu, ketika terdakwa sedang marah-marah di depan rumahnya, ia melihat korban.
Terdakwa lalu menghampiri korban. Mereka berdua terlibat pertengkaran. Dalam pertengkaran itu, korban mengatakan kalau dirinya lebih sadis. Mendengar itu, terdakwa langsung membacok korban menggunakan parang di bagian leher. Korban sempat berusaha berlari menyelamatkan diri. Namun, terdakwa kembali membacok dia.
Terdakwa yang melihat korban terluka langsung melarikan diri ke hutan. Sementara korban berjalan mencari pertolongan.(SAD)

Comment