by

Pemda Maksimalkan Antisipasi Covid-19

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan penangkalan masuknya dan penularan virus corona atau Covid 19 di kabupaten bertajuk Kalwedo itu.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) MBD, Fredy Ubro, mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk tetap mempertahankan status kabupaten itu, yang hingga saat ini belum ada kasus Covid-19, baik berupa Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), apalagi positif.

Upaya keras itu dilakukan, katanya, karena Pemkab MBD sadar betul dengan keterbatasan fasilitas kesehatan yang dimiliki. Sehingga upaya pencegahan agar virus itu tidak masuk, merupakan pilihan dan langkah yang paling tepat untuk dilakukan.

“Itu yang membuat, sehingga kita tutup akses tranportasi laut maupun udara, yang mengangkut penumpang. Antisipasi, jangan sampai virus ini masuk di MBD. Sebab, kita sangat terbatas dengan fasilitas kesehatan,’’ujar Ubro, Sabtu (9/5).

Untuk itu, kata Ubro, meskipun Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, telah melonggarkan akses transportasi, namun pihaknya akan tetap menutup akses transportasi di walayah kepulauan tersebut. Itu jika penyebaran virus itu semakin meluas.

“Karena kalau sesuai Peraturan Menhub Nomor 25 Tahun 2020, akses tranportasi mulai buka tanggal 7 Mei kemarin. Tetapi tidak mungkin itu kita lakukan tanpa melihat situasi dan perkembangan. Dengan demikian, kita akan ikuti apa yang sudah disampaikan oleh Gugus Tugas (Gustu) Provinsi Maluku (Promal), bahwa nantinya tanggal 15 Mei, baru kita buka,” ungkap Ubro.

Kendati demikian, dia memastikan, jika pada 15 Mei mendatang, akses transportasi MBD akan dibuka. Tapi bila penyebaran virus masih terus meluas, maka akan kembali di tutup. Itu untuk mencegah masuknya virus mematikan ini di MBD.

“Jadi kita tinggal menungu. Kita buka, tetapi kalau Ambon tutup, maka kita pasti ikut tutup lagi. Karena, Ambon kan yang ada homebase-nya. Karena itu, kita akan tetap sesuaikan dengan protokoler Gustu Promal. Tapi disesuaikan dengan perkembangan dulu,” terangnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan tersebut bukan berarti pihaknya tidak mendukung Peraturan Pemerintah. Tapi semata demi keselamatan banyak orang. Upaya pencegahan sangat penting untuk dilakukan secara maksimal, guna terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

“Jangan karena kepentingan satu dua orang, puluhan ribu nyawa dikorbankan. Sebab, jika terjadi sesuatu, ujung-ujungnya Pemda yang disalahkan. Untuk itu, kami tetap dukung apa yang disampaikan pemerintah. Tapi disesuaikan dengan kondisi dan situasi,” tandas Ubro. (LAM)

Comment