by

Pemerintah Tetapkan Idul Fitri, Hari Minggu Besok

Ambon,BKA- Pemerintah Pusat lewat Keputusan Menteri Agama RI, Fachrul Razi telah menetapkan awal Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H (2020 M), jatuh pada hari Ahad (Minggu) 24 Mei 2020.

Keputusan nomor 443 tahun 2020 tentang Penetapan 1 Syawal 1441 H, ditetapkan sesuai hasil sidang Isbat di Jakarta, Jumat (22/5), yang kemudian dibagikan oleh BMKG Ambon kepada koran ini.

Ada 4 poin tertulis yang menjadi pertimbangan terhadap keputusan tersebut.

Pertama, untuk memenuhi keperluan keperluan umat Islam dalam mengakhiri ibadah Ramadhan, perlu menetapkan 1 Syawal 1441 H.

Kedua, Bahwa data hisab yang dihimpun oleh Tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) dari berbagai sumber menyatakan Ijtima menjelang awal Syawal 1441 H jatuh pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 M, bertepatan dengan tanggal 30 Ramadan 1441 H sekitar pukul 00.39 WIB.

Ketiga, bahwa hari pelaksanaan Rukyat tanggal 22 Mei 2020 atau 29 Ramadan 1441 H dan saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di ufuk berkisar minus 5 derajat 17 menit sampai minus 3 derajat 58 menit.

Keempat, bahwa laporan rukyatul hilal pada hari Jumat 22 Mei kemarin, bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1441 H.

Sehingga memutuskan dan menetapkan lewat Keputusan Menteri Agama tentang Penetapan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad, bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2020. Dimana keputusan ini mulai berlaku setelah ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk penetapan 1 Syawal 1441 telah ditetapkan sesuai sidang Isbat oleh Menteri Agama.

Namun pihaknya akan tetap melakukan pemantauan hilal pada Sabtu (23/5) hari ini untuk verifikasi data hisab.

“Kami besok (hari ini) masih melaksanakan pemantauan untuk verifikasi data hisab. Lokasinya, di belakang Tugu Christina Martha Tiahahu, samping rujab Wagub jam 5 sore,” ungkap Andi.

Ia mengaku, BMKG di Ambon dan Kemenag Maluku sudah melakukan pantauan hilal sejak Jumat Kemarin.

“Iya, tadi (kemarin) kita sudah pantau dan tidak terlihat. Posisi bulan masih dibawah ufuk. Ketinggian hilal masih minus,” pungkasnya. (UPE).

Comment