by

Pemerkosa Nenek 5 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis Abraham Apono, terdakwa pemerkosa nenek dengan pidana penjara selama lima tahun dalam persidangan yang digelar, Kamis (28/5).

Pemuda 33 Tahun, Warga Negeri Porto, Kecamatan Saparua, Malteng ini, dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap nenek serta dinyatakan bersalah melanggar pasal 285 KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pekerkosaan terhadap nenek, sehingga divonis penjara selama lima tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada di tahanan,” ungkap ketua majelis hakim, Jimmy Waly dibantu Jenny Tulak dan Feliks R. Wuisan selaku hakim anggota dalam amar putusannya.

Yang meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan, terdakwa juga sudah mengakui perbuatan. Sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban malu dan trauma.

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun penjara dalam persidangan, Jumat 8 Mei 2020 kemarin.
JPU dalam berkas dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan lelaki yang berprofesi selaku tukang ojek ini, terjadi pada 25 April 2019, sekitar pukul 00:30 WIT, bertempat di dalam kamar milik korban di Desa Porto Hitupu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Awalnya korban sedang tidur di dalam kamar, sementara suaminya di kamar lain. Melihat kondisi kamar gelap, terdakwa masuk ke kamar korban lalu melakukan aksi bejat kepada korban.

Saat itu, korban sempat melawan dan merontak. Tetapi terdakwa tidak ambil pusing dengan dengan menutup mulutnya memakai bantal. Setelah melampiaskan nafsu birahinya, terdakwa memilih kabur.

Karena merasa malu, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya itu untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Terhadap putusan majelis hakim, kuasa hukum terdakwa, Alfred Tutupary dan JPU menyatakan menerima. (SAD)

Comment