by

Pemilik Batu Cinabar Dua Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, memvonis terdakwa Widodo Joko Susilo (52), dengan pidana penjara selama dua tahun dalam persidangan Online di PN Ambon, Rabu (17/6).

Sidang putusan tersebut dipimpin ketua majelis hakim, Lucky R. Kalalo dibantu Philip Pangalila dan Hamzah Kailul selaku hakim anggota, sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Franky Tutupary.
Selain pidana badan,terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.50 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pertambangan mineral dan Batubara sebagaimana diatur dalam pasal 161 Undang-undang nomor 4 Tahun 2009,” jelas ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan penjara selama tiga tahun dalam persidangan beberapa pekan kemarin.

Sekedar tahu saja, kasus ini diketahui setelah Terdakwa menyewa tenaga buruh pelabuhan untuk membawa tas berisikan air raksa menuju ke atas kapal KM Dorolonda.

Bahan tambang jenis mercury itu ditemukan pada Minggu 1 Desember 2019, sekitar pukul 06.15 wit di Dermaga Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tepatnya di tangga naik Kapal Pelni Km. Dorolonda.

Empat polisilah yang menemukan bahan tambang tersebut. Keempat polisi tersebut adalah Oktovianto Tutuarima, Haris Manuputty, Sarif Pellu, dan Restu Purba.

Saat ditemukan, bahan tambang itu dibawa seorang buruh bagasi pelabuhan bernama Jafar. Saat itu, ia membawa tiga tas jinjing hendak naik ke atas kapal.

Karena buruh tersebut terlihat mencurigakan, mereka (polisi) memanggilnya. Lalu menanyakan apa yang sedang dibawa olehnya. Buruh itupun menjawab, ia tidak tahu apa isi dari tiga tas tersebut. Mendengar hal itu, mereka langsung memeriksa tas tersebut.

Saat diinterogasi, Jafar lalu mengatakan pemilik tas tersebut adalah terdakwa. Saat itu, terdakwa berada di terminal penumpang Yos Sudarso Ambon. Ia langsung diamankan.

Dari pengakuan terdakwa, air raksa tersebut sebanyak 44 Kilogram lebih. Terdakwa membelinya dari Pak Mat di Iha Seram Bagian Barat dengan harga Rp. 570.00 0 per kilogram dan ditambah biaya perjalanan dari desa Iha ke Desa Hitu masing-masing Rp. 20.000 per kilogram. Terdakwa menghabiskan uang sekitar Rp. 14 Juta hingga Rp. 16 Juta. (SAD)

Comment