by

Pemilik Sabu 7 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara terhadap terdakwa penyalahgunaan narkoba Asri Safri alias Nono (33), lantaran kedapatan membawa 15 paket sabu-sabu.
Sidang agenda putusan ini berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (14/7).
Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Felix Wiusan menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 
“Menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menyimpan dan memiliki narkoba tanpa izin. Menjatuhi terdakwa dengan hukuman selama tujuh tahun penjara,” kata Felix dalam amar putusannya.
Selain pidana badan, majelis hakim juga menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp. 1 miliar subsider 6 bulan.
Putusan hakim tersebut lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Heru Hamdani menuntut majelis hakim menghukum terdakwa sembilan tahun penjara denda 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara.
Mendengar putusan hakim tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya Ronald Salawane menyatakan pikir-pikir.
Sebelumnya, terdakwa yang adalah wiraswasta itu tertangkap di depan ATM BNI samping SMA 11 Ambon di Galunggung Kecamatan Sirimau Kota Ambon pada Jumat 06 Maret 2020 sekira pukul 11.30 WIT.
Saat itu, terdakwa hendak mengantarkan 1 paket sabu-sabu setelah ditelepon Zulkifli (DPO) yang berada di Makassar. Terdakwa lalu pergi ke depan ATM BNI samping SMA Negeri 11 Ambon dengan rencana ingin mengantarkan/menyerahkan 1 (satu) paket sabu-sabu tersebut dengan cara dibuang.

Namun, belum sempat membuang sabu tersebut, terdakwa sudah terlebih dahulu ditangkap oleh petugas kepolisian. Dia lalu menyerahkan barang tersebut kepada petugas kepolisian.
Saat diinterogasi, terdakwa juga mengaku menyimpan sabu-sabu di rumahnya. Terdakwa dan petugas kepolisian pergi kerumah terdakwa di kawasan kebun cengkeh. Terdakwa lalu mengambil sabu-sabu yang disimpan sebanyak 13 paket kecil dan 2 paket besar sebesar 13,65 gram, dan menyerahkannya ke polisi. (SAD)

Comment