by

Pemkab Diminta Kerjasama Tangani Pasien Corona

Ambon, BKA- Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk dapat bekerjasama dalam penanganan pasien yang meninggal akibat covid 19.

Pasalnya, beberapa waktu lalu ada seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang bukan warga Kota Ambon, meninggal dan ditangani langsung oleh Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Kota Ambon.

Warga tersebut dikabarkan meninggal pada tengah malam dan harus dimakamkan, 4 jam setelah dinyatakan meninggal. Sehingga pihak Gustu Kota Ambon harus mengambil alih masalah tersebut dan melakukan pemakaman pada TPU Hunuth, yang hanya dikhususkan untuk warga kota Ambon.

Tetapi yang disesalkan, pihak Pemerintah Kabupaten tempat almarhum berasal, sama sekali tidak memberikan ucapan terima kasih atau berkomentar mengenai hal tersebut. Bahkan terkesan acuh. Padahal, Gustu Kota Ambon hanya bertugas menangani PDP maupun pasien positif covid 19 yang merupakan warga Kota Ambon.

Juru Bicara Gustu Kota Ambon, Joy Adriaansz membeberkan, dengan adanya pengambil alihan tersebut, pihak yang memakamkan jenazah melakukan protes. Mengingat, dengan pemakaman yang dilakukan tersebut pihak yang menangani pemakaman tidak mendapatkan insentif.

“Jadi itu yang tangani proses pemakaman protes, karena mereka tidak dapat insentif. Mereka hanya dapat insentif dari setiap warga kota yang dimakamkan,” terang Joy, kepada wartawan di ruang ULA Balai Kota, Rabu (27/5).

Untuk itu, sebutnya, Pemerintah Kabupaten harus bekerjasama dengan Gustu Kota untuk setiap pasien yang bukan warga kota Ambon, tetapi dirawat di Kota Ambon. Karena untuk pasien covid 19 yang meninggal, rata-rata meninggal pada sore hingga malam hari. Sehingga dianggap mempersulit pihak yang melakukan prosesi pemakaman.

“Rata-rata itu pasien yang meninggal untuk covid 19 di sore hingga malam hari. Dan untuk pasien kemarin yang warga Maluku Tengah itu, meninggalnya di tengah malam dan dia harus dimakamkan 4 jam setelah meninggal,” tuturnya.

Pihaknya berharap, kedepan ada peran aktif dari seluruh pemerintah di kabupaten maupun provinsi sehingga masalah tersebut tidak hanya ditanggung oleh Gustu Kota saja.

“Kedepan kita harap ada peran aktif dari seluruhnya. Jangan beban ini dibebankan hanya ke Pemerintah Kota saja. Tapi harus ada kerjasama,” harapnya.

Joy juga meminta, agar Pemerintah Provinsi Maluku untuk selalu melakukan koordinasi dengan Gustu Kota terkait pasien yang bukan warga Kota Ambon tetapi dirawat di Ambon. Khususnya untuk proses pemakaman akan dilaksanakan dikawasan mana.

“Nanti kalau ada pasien yang khususnya bukan warga Kota Ambon dirawat disalah satu rumah sakit di Ambon, tolong dikoordinasikan terkait nanti dimakamkan dimana. Supaya kita bisa tahu. Karena untuk tenaga yang tangani prosesi pemakaman di kota Ambon itu diberikan insentif oleh Pemerintah Kota kalau ada warga kota yang meninggal. Sedangkan untuk warga lain tidak diakomodir,” tutupnya. (DHT)

Comment