by

Pemkot Belum Punya Rumah Singgah

Ambon, BKA-Belum memiliki rumah singgah, menjadi kendala bagi Pemerintah Kota Ambon dalam menangani jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian meningkat di Kota Ambon.

Keterbatasan ini sebelumnya sempat didorong oleh Pemerintah Kota lewat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon sejak tahun 2015. Hanya saja, lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah singgah tersebut, belum juga dimiliki hingga saat ini.

Penanganan terhadap gepeng, beberapa kali telah dilakukan oleh Dinsos Kota Ambon. Namun setelah ditertibkan, para gepeng beserta anak jalanan yang ditemukan, mau tak mau harus dikembalikan ke keluarga masing-masing lantaran belum memiliki rumah singgah.

“Seandainya kalau ada rumah singgah bagi para gepeng ini, sudah pasti mereka akan kita bina dan kita latih untuk Keterampilan-ketetampilan tertentu. Agar tidak lagi menjadi gepeng. Namun, akibat tidak adanya rumah singgah, maka dari itu, kita sendiri juga tidak dapat berbuat banyak,” ungkap Kepala Dinsos Kota Ambon, Nurhayati Jassin saat dihubungi koran ini, Minggu (23/8).

Menurut dia, di awal bulan ini, pihaknya sudah berupaya melakukan penjaringan gepeng. Tetapi setelah dijaring, hanya dilakukan pembinaan dan dikembalikan ke keluarga masing-masing. Karena masih terkendala rumah singgah.

“Kami selalu melakukan penjaringan gepeng, dan terakhir dilakukan itu pada awal Agustus kemarin. Karena tidak adanya rumah singgah, makanya setelah kita bina, kita pulangkan lagi ke keluarganya,” sebutnya

Ia menjelaskan, minimnya insfrastruktur atau fasilitas untuk lakukan pembinaan bagi para gepeng, membuat jumlah gepeng menjadi meningkat.

Namun jika Pemerintah Kota telah memiliki rumah singgah, maka pihaknya bisa menjamin jumlah gepeng akan semakin berkurang.

Dan di tahun ini, tambah istri Sekda Maluku ini, dinasnya akan memberikan usulan kepada Pemerintah Kota agar bisa menyediakan rumah singgah untuk menampung para gepeng. Yakni setelah berakhirnya pandemi Covid-19.

“Tahun ini sendiri kami sudah usulkan hal yang sama, dengan adanya pandemi makanya agak susah. Karena sebagian besar anggaran telah dialihkan tangani Covid-19. Bisa juga mungkin karena persoalan anggaran yang dimiliki Pemkot saat ini,” terangnya.

Bukan itu saja, sementara Dinsos sedang berupaya mencari orang (Bos) dari para Gepeng tersebut. Karena, setiap pengahasilan yang didapatkan Gepeng, mereka juga melakukan penyetoran.

Nurhayati juga menambahkan, Pemkot harus secepatnya kabulkan usulan terkait hal dimaksud. Sehingga bisa memberikan pembinaan, bahkan dapat mengurangi jumlah gepeng di kota bertajuk Manise ini.

“Itu sangat memprihatinkan jika tidak diatasi secepatnya, sebab jiwa mereka ini dalam bahaya,” pungkasnya (BKA-1).

Comment